Ust Novel Tanggapi Pernyataan Ketua PSI Yang Tolak Perda Syariah Dan Perda Injil, Usul PSI Dibubarkan Saja

Jakarta – Tokoh nasional Ust Novel Bamukmin, geram dengan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menolak Perda Syariah dan Perda Injil. Menurutnya, sikap PSI tersebut bertentangan dengan Pancasila yaitu sila pertama.

Sikap PSI ini jelas bertentangan dengan nilai-nilai pancasila, baik sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa maupun sila yang lainnya, terangnya kepada karawangmetro.com, Selasa (13/11/2018).

Sila ketuhanan Yang Maha Esa sudah jelas mengatur bahwa rakyat Indonesia untuk mengimplementasikan sila tersebut dalam kehidupan beragama, dalam kehidupan sehari-hari dan juga kehidupan bernegara. Dalam hal ini rakyat Indonesia dijamin kebebasannya sesuai dengan UUD 45 Pasal 29. Hal itu berdasarkan keadilan yang termaktub dalam sila pancasila.

Dan dalam mengimplementasikanya harus  secara proporsional, yaitu kalau memang di daerah tersebut semisal mayoritas islam maka dipersilahkan untuk berupaya menerapkan perda syariah, Tentu dengan penjajakan sesuai kebutuhan dan hasil musyawarah. Begitupun sebaliknya, Kalau di daerah tersebut mayoritas penduduknya semisal adalah agama kristen, maka boleh-boleh saja menerapkan perda injil selama tidak bertentangan dengan pancasila dan kepentingan rakyat Indonesia.

Sikap politik dari PSI memang saya sangat paham karena sebagian para pimpinan partai tersebut yaitu sebagai contoh Guntur Romli dan Raja Juli Anthoni selama ini kita kenal diduga kuat berpaham SEPILIS ( Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme). Selalu mengenyampingkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan mengedepankan ayat konstitusi.

Sebagai contohnya perbuatan dari Guntur Romli pernah dalam postiganya di media sosial yang disana dia tidak mengakui bahwa Al-Quran itu kitab suci. Terkait perkara ini sudah dilaporkan ke polisi, Kami berharap polisi bisa segera memproses kasus yang diduga merupakan bentuk penistaan agama yang telah dilakukannya.

Untuk menyikapi partai Solidaritas Indonesia (PSI), sebaiknya para tokoh masyarakat dan umat islam bisa mengajukan pembubaran lewat jalur konstitusi. Paling tidak langkah terbaik dari umat dan masyarakat adalah tidak memilih partai yang anti terhadap perda syariah dan perda injil.

Jadi sesuai peraturan partai bisa dibubarkan dengan mengacu pada aturan UU Nomer 2 Tahun 2008 jo UU Nomor 2 tahun 2011. Terkait undang- undang yang mengatur pembubaran partai dapat dilakukan melalui dua cara.

Pertama dari internal partai itu sendiri.

Kedua adalah dari eksternal melalui MK (Mahkamah Konstitusi).

Dan jika melalui MK sebenarnya hanya bersifat limitatif ketentuannya terdapat dalam Pasal 40 ayat 2 dan Pasal 40 ayat 5 yaitu partai yang bertentangan dengan pancasila dan perundang-undangan yang berlaku, pungkasnya.

Sebelumnya sebagaimana diberitakan, PSI menyampaikan tiga misi jika berhasil masuk DPR. Grace menyampaikan dalam misi ketiganya untuk mencegah diskriminasi dan intoleransi di Indonesia. Dia menegaskan tidak boleh ada lagi penutupan rumah ibadah secara paksa.

“Misi ketiga, PSI akan mencegah lahirnya ketidakadilan, diskriminasi, dan seluruh tindak intoleransi di negeri ini. Partai ini tidak akan pernah mendukung Perda Injil atau Perda Syariah!” kata Grace di Tangerang, kemarin. [red]

Baca Juga!

Banyak Anggaran Tidak Jelas Polisi Ditantang Selidiki Dugaan Korupsi Di Disparbud Karawang

KARAWANG – Dugaan tidak beresnya pengelolaan dana publikasi Rp100 Juta di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com