Ust Novel Bamukmin : Persekusi Terhadap UAS, Negara Seharusnya Hadir Untuk Rakyatnya

KARMET NEWS – Batalnya beberapa Tablig akbar Ustaz Abdul Somad (UAS) seperti di Jepara, Jawa Tengah dan berbagai daerah lain dikarenakan akan dihadang oleh ormas tertentu mendapat tanggapan beragam dari berbagai kalangan.

Tanggapan keras datang dari Tokoh Nasional dan Anggota 212 Ust Novel Bamukmin SH. Menurutnya ancaman dan persekusi yang terjadi ahkir-ahkir ini kian hari semakin menjadi-jadi, dan dinilai oleh Ust Novel sudah sangat keterlaluan. Disana negara harusnya hadir memberikan perlindungan pada rakyatnya.

“Iya, Saya melihat oknum ormas ini sudah keluar batas, dan negara tidak hadir disana untuk menjamin warganya dalam rangka menyampaikan dakwah atau menyampaikan aspirasi,” terangnyadan kepada karawangmetro.com, Selasa (04/09).

Melihat kejadian tersebut kami mendorong pada UAS agar membuat pelaporan kejalur hukum terhadap orang-orang atau oknum ormas yang mempersekusinya. Dan disini saya sampaikan, sebagai pengacara bersama tim advokat muslim yang lain akan siap mendampingi UAS.

Dan kami meminta kepada aparatur Negara, khususnya dalam hal ini pihak kepolisian untuk segera menindaklanjuti atau menindak tegas orang-orang atau oknum yang telah membuat resah dan gaduh suasana.

Apa yang mereka lakukan sangat mengancam stabilitas keamanan, jika hal tersebut terus menerus dilakukan bisa-bisa umat islam akan turun ke jalan membela ulamanya yang telah dizholimi oleh preman dan oknum ormas, serta tokoh-tokoh radikal yang mau membuat kekacauan di negri ini. Maka jangan salahkan umat islam yang cinta terhadap ulama jika mereka nantinya akan turun melawan, tegasnya.

Ketika disinggung tentang isi ceramah UAS, Ust Novel Bamukmin megungkapkan bahwa, UAS ini ceramahnya sangat tegas membela kebenaran dan tidak takut melawan kebatilan dan penghianatan. Beliau sampai saat ini masih istiqomah melawan pendukung penista agama dan kriminalisasi terhadap ulama.

Kalau dilihat mereka yang mempersekusi UAS adalah orang-orang yang menyimpang dari agama. Kalau dilihat yang mereka mereka cari hanyalah kepentingan perut dan syahwat mereka dengan mengatas namakan agama,ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ustaz Abdul Somad yang rencananya akan memberikan ceramah keagamaan di Pondok Pesantren Alhusna Mayong Jepara, pada 1 September 2018 dan beberapa tempat di Malang-Jawa timur, rencana kedatangan pendakwah kondang ini terpaksa dibatalkan karena ada isu penghadangan dari ormas tertentu.(Ns)

Baca Juga!

Banyak Anggaran Tidak Jelas Polisi Ditantang Selidiki Dugaan Korupsi Di Disparbud Karawang

KARAWANG – Dugaan tidak beresnya pengelolaan dana publikasi Rp100 Juta di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com