Pasang Tiang Listrik Tanpa Ijin, PLN UPJ Kosambi Digugat Pemilik Lahan

Karawang – Gara-gara pemasangan tiang listrik tanpa persetujuan pemilik lahan, PT PLN UPJ Kosambi Karawang digugat warga ke pengadilan negeri karawang.

Hal itu tidak dibenarkan dan bertentangan dengan Perundang-undangan Republik Indonesia sebagaimana dikatakan oleh, Drs Syafrial Bakri SH, MH, selaku ketua tim kuasa hukum dari pengugat.“Pengadaan tanah untuk kepentingan umum diatur dalam UU nomer 2 tahun 2012.Bab 1 pasal 1. Penanaman tiang listrik milik PLN masuk kategori pengadaan tanah untuk kepentingan umum,” jelasnya.

Masih menurut Syafrial, PLN tak bisa semena-mena asal main tanam atau mendirikan tiang listrik di lahan milik warga,” selain lawyer juga merupakan Dosen di sekolah tinggi ilmu hukum Dharma Andigha, selasa (14/01/2020) di pengadilan negeri karawang kemarin.

Ditambahkan olehnya, jika lahan yang hendak ditanami tiang listrik adalah lahan pribadi milik warga, harusnya pihak PLN terlebih dahulu bermusyawarah dengan pemilik lahan. Jika merasa dirugikan, pemilik lahan bisa meminta ganti rugi atau kompensasi atau bisa juga melakukan gugatan ke pengadilan negeri.

Sambung dia, dan Jika telah ada kesepakatan pihak ‎PLN bisa menggunakan lahan milik warga untuk mendirikan tiang listrik. Sebaliknya, jika tanpa ada kesepakatan, dan dalam hal ini pihak PLN tetap memaksakan mendirikan tiang listrik di lahan milik pribadi warga, maka hal itu dapat dipidanakan, dengan dasar penyerebotan.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya seorang warga bernama Edwin Mihardi (50), warga Desa Pucung, Kecamatan Kota Baru Karawang, merasa keberatan terhadap PT PLN UPJ Kosambi Karawang atas berdirinya tiang gardu listrik milik PLN yang tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya kepada dirinya, sehingga Edwin melakukan langkah gugatan ke Pengadilan Negeri karawang.

“Saya telah melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Karawang melalui kuasa hukum saya. Saya keberatan atas berdirinya tiang gardu yang ada di atas tanah saya, karena kebaradaannya tanpa seijin saya dan juga menghalangi lalu lalang masyarakat,” ucapnya.

Saya minta keadilan di negara ini, tanah milik saya yang sah tapi di gunakan oleh pihak lain, bahkan sampai saat ini masih digunakan oleh pihak lain sudah hampir enam tahun lamanya, tegasnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Kosambi Ferdinand saat keluar dari ruang persidangan enggan di wawancarai oleh media dan hanya mengatakan, ” Maaf ya saya lagi buru buru benar “, ucapnya singkat. ( Red Ns).

Baca Juga!

Rumah Sakit ‘Seolah’ Terlantarkan Ulfa Balita Penderita Retak Tulang Kepala

Subang, 11-02-2020 – Rasa empati untuk, Ulfa Nur Fitriani Balita berusia 8 bulan yang sejak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com