Kecaman Keras Gerinda Karawang Terhadap Agresi Israel

Royke Benta sahetapy

Karawang, Karmet News (26/07/2017)– Rakyat Indonesia mengutuk tindakan kekerasan yang di lakukan pihak keamanan Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa yang menyebabkan tiga jama’ah tewas dan lebih dari 100 lainnya mengalami luka pada hari Jumat (21/7/2017) lalu. Pasukan Israel yang kalap mengumbar tembakan untuk membubarkan para jama’ah masjid yang demo menentang pemasangan detektor logam di situs suci umat islam tersebut. Tanggapan beragam akan mengenai peristiwa tersebut terlontar dari berbagai ormas maupun lintas partai, baik yang ada di pusat maupun di daerah.

Kecaman terhadap tindakan kekerasan pasukan israel tersebut memantik rasa solidaritas yang timbul di berbagai lapisan dan kalangan, termasuk dalam hal ini adalah partai Gerindra yang ada di daerah. Seperti perwakilan Dpc Gerindra Kab Karawang yang di sampaikan oleh Royke Benta Sehatapy selaku Ketua Dpc Gerindra Karawang. Dan berikut tanggapan nya kepada team Karmet News mengenai agresi Israel tersebut.

“Gerindra menolak segala bentuk aksi kekerasan dan pelanggaran HAM yang di lakukan oleh israel, termasuk pembunuhan terhadap jama’ah yang kemarin berupaya menjalankan haknya untuk melakukan ibadah di Masjid Al-Aqsa, Kecamnya, Rabu (26/7/2017)”.

Di tambahkan Royke, dan sikap Partai kami jelas bahwa di dunia era modern saat ini tidak ada lagi penjajahan terhadap Negara lain, tidak ada yang membenarkan tindakan barbar dan kekerasan tersebut, tegasnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Karawang yang juga dari Partai Gerindra H Ajang Supandi S.H. juga mengeluarkan kecaman yang senada mengenai perkara nasib rakyat Palestina tersebut.

“Ini adalah sebuah kejahatan perang yang di lakukan oleh tentara Israel terhadap warga Negara Palestina, apalagi dengan peristiwa dibatasinya hak-hak muslim untuk beribadah di masjid tersebut, keteranganya”.

Haji Ajang Supandi juga mengkritisi sikap pemerintah pusat agar lebih berani menyuarakan masalah ini kepada Dewan Keamanan PBB dan Mahkamah Internasional untuk membela hak warga palestina yang terdzholimi. Kenapa saya perlu sampaikan hal yang demikian, karena di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tertulis jelas bahwa segala bentuk penjajahan di atas muka bumi harus di hapuskan, artinya tidak dibolehkan lagi penjajahan di era saat ini, tutupnya.

Berkali-kali peristiwa memilukan menimpa warga Palestina, baik yang berada di Yeruslaem ataupun di jalur Gaza, tetapai sampai sekarang belum ada langkah nyata yang diambil oleh pemerintah dan Negara-negara yang tergabung dalam PBB ataupu Negara islam OKI dalam menyikapi permasalahn di tanah leluhur para nabi ini. Kita semua berharap agar rakyat Palestina segera terbebas dari tekanan yang mereka alami dari bangsa Israel.(Ns/Pik)

Baca Juga!

Banyak Anggaran Tidak Jelas Polisi Ditantang Selidiki Dugaan Korupsi Di Disparbud Karawang

KARAWANG – Dugaan tidak beresnya pengelolaan dana publikasi Rp100 Juta di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com