Israel Di Ambang Perang Dengan Muslim Dunia

Palestina

Ramallah,Palestina– Ketegangan yang terjadi di palestina membuat suasana suhu politik dunia kembali memanas, sentiment anti Israel kembali terjadi dimana-mana, melihat hal yang demikian mantan menteri luar negeri Israel telah memperingatkan bahwa Israel saat ini berada di ambang perang dengan dunia Muslim.

Tzipi Livni mengatakan, tindakan pengamanan di tempat suci di Yerusalem yang demikian telah telah membuat situasi menjadi buruk dan menjadi sesuatu yang jauh lebih buruk, bahkan bisa mengakibatkan pertempuran religius.

“Kita melangkah menjauh dari pertengkaran dengan Palestina, dan kerja sama dengan Yordania dan negara-negara Sunni lainnya, ke dalam sebuah peristiwa Muslim melawan negara Israel,” kata Livni, dikutip Independent, Rabu 26 Juli 2017.

Dalam penekanan nya dia ingin mengatakan bahwa konflik saat ini mengarah bukan saja kepada palestina, tetapi cenderung global dengan umat muslim dunia. Dia mengatakan kabinet Israel perlu menunjukkan kepemimpinannya untuk mencegah terjadinya konflik semacam itu terjadi.

Sebagaimana di ketahui bersama konflik di sekitar masjid Al Aqsa antara Muslim dan Israel memanas dalam sepuluh hari terakhir. Hal itu terjadi karena sikap militer Israel yang bersikap represif. Keputusan Israel memasang detektor logam di pintu masuk kompleks masjid Al Aqsa membuat seluruh Muslim di penjuru Israel meradang, dan ahkirnya menimbulkan gejolak dunia.

Meski akhirnya pihak keamanan Israel memutuskan untuk memindahkan detektor logam pada titik masuk ke kompleks Al-Aqsa, namun keputusan itu belum bisa meredakan ketegangan yang ada di palestina dan umumnya Negara muslim. Apa lagi diketahui Israel menggantinya dengan alat lain yaitu ‘smart camera’ untuk memantau jemaah, dan juga meningkatkan jumlah pasukan keamanan Israel di daerah tersebut sampai rencananya diterapkan. Keputusan Israel tersebut dianggap melanggar hak beribadah umat Muslim.

Sementara itu terkait aturan itu mendapat penolakan dari Perdana Menteri Palestina Rami Hamdallah, dan ulama Muslim senior yang mengawasi kompleks suci tersebut menolak tindakan Israel, dan menuntut agar semua hal tersebut dihapuskan.

“Kami menolak semua hambatan yang menghalangi kebebasan kami dalam beribadah dan kami menuntut di kembalinya situasi di mana segala sesuatu terjadi sebelum nya,” kata Hamdallah kepada kabinetnya palestina di Ramallah di Tepi Barat yang saat ini diduduki Israel.(Ns)

Baca Juga!

Banyak Anggaran Tidak Jelas Polisi Ditantang Selidiki Dugaan Korupsi Di Disparbud Karawang

KARAWANG – Dugaan tidak beresnya pengelolaan dana publikasi Rp100 Juta di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com