Humas Persaudaran Alumni 212 (PA 212) dan ACTA, Ust Novel Bamukmin, Tengah Pakai Sorban

Ini Loch Cerita Insiden Gebrak Meja Dan Lemparan Air Mineral Gelas Terkait Majalah Tempo

KARMET NEWS – Masih seputar kasus Majalah Tempo terkait karikatur yang dimuat yaitu orang bersorban berduan dengan seorang perempuan. Setelah sejumlah massa Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaran Alumni 212 (PA 212) serta Element masyarakat mendatangi kantor majalah Tempo di Jalan Palmerah Barat, Grogol Utara, pada Jum’at (16/3/2018) kemarin. Polemik seputar masalah tersebut ternyata belum usai, cerita terusan berlangsung tak kalah dahsyat yaitu inseden saat diskusi, mengebrak meja dan melempar air mineral gelas yang beritanya masih random dan berterusan jauh dari substansi masalah pokoknya.

Terkait hal tersebut kami berusaha mencari informai seputar bagaimana kronologi kejadian yang menyebabkan peristiwa tersebut bisa terjadi. Dan adalah berikut keterangan Humas Persaudaran Alumni 212 (PA 212) dan ACTA, Ust Novel Bamukmin yang ikut dalam diskusi.

“Masalah menghardik, menggebrak dan melempar air mineral gelas dengan apa yang disebutkan oleh tempo sangat jauh dampak beritanya bila dibandingkan dengan substansi masalah yaitu penghinaan mereka terhadap ulama yang membuat gaduh bangsa ini. Mengakibatkan perpecahan degan cara mengadu domba anak bangsa. Dan apa yang mereka lakukan tersebut termasuk penghianatan terhadap Agama, Negara , Pancasila Dan UUD Pers No 40 Pasal 5 dan 6 itu sendiri. Insiden gebrak meja itu sendiri dilakukan oleh mantan pimred mereka sendiri, seharusnya media memberitakan yang benar bukan malah memanaskan suasana,” Ungkap Novel Bamukmin S.H, Senin, (19/03/2018)

Kita melihat selama ini Tempo sering menyudutkan islam dan ulama termasuk Habib Rizieq. Ini bukanlah peristiwa pertama kali, dulu FPI pernah datang kesana terkait pemberitan. Kemaren adalah moment saya mewakili Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dan sebagai humas ACTA. Kami berdialog biasa, walaupun menurut kami sebenarnya tidak ditempatkan pada tempat yang layak yaitu ditempat sempit sekali dan panas. Penjelasan dari mereka yang berbelit belit dengan itikad yang kami lihat tidak baik karena tidak mau diselesaikan dengan cara minta maaf atas kesalahannya. Dan ternyata mereka ketika kita tanya tidak bisa menjelaskan dengan penafsiran mereka, siapa ulama yang mereka maksud dalam gambar itu. Karna tidak ada ulama NU, Muhamadiyah, dan ormas manapun yang seperti itu, bahkan tidak ada satupun ulama dimana persis kejadian nya sama seperti itu. Dan dan saat kami cecar maksud tujuan dari karikatur tersebut, mereka masih tetap tidak mau mengaku dan akhirnya dengan keyakinan kami bahwa itu adalah tujuannya untuk menyudutkan Habib Rizieq, terang Novel Bamukmin.

Dan saya sempat bertanya kepada pihak tempo, Ulama mana yang berpakaian seperti itu dari NU kah, Muhammadiyah kah yang tidak jadi pulang? Dan lagi-lagi mereka ternyata tidak bisa menjawabnya. Disini mereka tidak mau mengakui kesalahan dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikannya masalah pada hari itu juga hingga sampai diatas mobil komandopun mereka belum mau meminta maaf, sampai pada ahkirnya dipaksa ummat untuk minta maaf, Jelasnya.

Masih menurut Ust Novel Bamukmin S.H, dan pada kesempatan moment baik ini kami serukan kepada para awak media atau insan pers agar tidak mencontoh media sekuler yang satu ini. Yang dimana membuat resah umat islam dan membuat suasana gaduh. Dan saya apresiasi media lain yang mau memberitakan dengan transparan dan benar, lanjutkan perjuangan para awak media untuk memberitakan yang benar dan terpecaya dengan berani melawan tekanan dari manapun, yang saat ini mungkin dalam keadaan panik dan takut kalah. Kami Alumni Persaudaran 212 siap membela media yang pro islam sampai titik darah penghabisan yang membritakan kebenaran, Tegasnya.

Kita melihat, dengan pengakuan Tempo yang seperti itu bisa diartikan bahwa, itulah bentuk keangkuhan dari mereka yang memang tidak merakyat dan tidak berpihak terhadap umat islam. Kita semua tau siapa dibalik mereka dan rekam jejaknya. Semua umat islam juga pasti sudah tau kalau memang mereka tidak bersahabat dengan umat dan ulama. Dan kami harus serukan agar umat islam tidak membacanya dan segera diproses di dewan pers untuk bisa diajukan kepengadilan karna telah melanggar hukum pasal 156 dan ujaran kebencian. Pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Ribuan Jama’ah Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Di Ponpes An Nihayah

Karawang – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pengukuhan pengurus Robitoh Alawiyah Karawang di Ponpes …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com