Duka Lombok, Duka Indonesia, FPI Karawang Berangkatkan 11 Relawan

Karawang – Pasca bencana gempa bermagnitudo 7 skala richter yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu 5 Agustus 2018, jumlah korban terus bertambah. Selain itu puluhan rumah roboh akibat gempa, banyak warga luka-luka dan meninggal dunia.

Musibah gempa yang terjadi di NTB mengundang keperhatinan dari berbagai kalangan, termasuk warga yang ada di Kabupaten Karawang.

Terkait hal itu ormas islam yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Karawang menerjunkan relawan untuk berangkat ke lokasi gempa di Kabupaten Lombok, Provinsi NTB.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua DPW FPI Karawang, Ustad Dayat kepada media karawangmetro.com, Selasa (25/09). Terang Ust Dayat, pihaknya akan mengirimkan 7 relawan dan 3 relawan kesehatan.

“Hari ini DPW FPI Karawang melepas keberangktan para relawan yang akan ke Lombok. Prosesi pelepasan dilaksanakan tadi pagi sekitar pukul 8.00 WIB di Kampung Budaya-Karawang,” terangnya.

Ikut hadir melepas rombongan para relawan diantaranya perwakilan dari pihak TNI, Kepolisian dan Kejaksaan. Para relawan akan menggunakan jalan darat dengan mobil pribadi menuju Lombok.

Kesebelas orang relawan disana nantinya akan membantu meringankan beban penderitaan masyarakat Lombok dan sekitarnya

Menurut Ust Dayat, relawan yang berangkat ke Lombok merupakan para relawan FPI Karawang yang sudah berpengalaman. Dan sebagaian pernah menjadi relawan ketika tsunami yang terjadi di Aceh beberapa tahun silam.

“Kepada masyarakat Karawang dimohon doanya, agar keberangkatan para relawan kami selalu dalam lindungan Allah SWT,” harap Ust Dayat.

Ust Dayat menyampaikan, saat berada di Lombok para relawan FPI Karawang akan membantu logistik didaerah yang terisolir. Membantu evakuasi dan membersihkan puing-puing rumah, tempat ibadah yang terkena dampak gempa, para relawan akan mendirikan tenda-tenda rumah bagi para pengungsi selama menunggu rumah mereka diperbaiki.

“Target kami dari DPW FPI Karawang satu bulan berada disana,” jelasnya.

Ust Dayat menambahkan, relawan DPW FPI Karawang saat berada di Lombok akan bergabung dengan relawan FPI lain yang sudah disana saat terjadi gempa pertama kali terjadi.

Sebagaimana diketahui kawasan Lombok dan sekitarnya diguncang dua gempa hebat. Gempa pertama, terjadi pada Minggu, 29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 Skala Richter. Hanya berjarak sepekan, pada Minggu malam, 5 Agustus 2018, kembali mengguncang wilayah yang sama dengan kekuatan lebih besar yakni 7 Skala Richter. (Ns).

 

Baca Juga!

Harun Masiku, Penyuap Wahyu Setiawan Kabur ke Singapura

Jakarta – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyatakan, Politikus PDIP, Harun Masiku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com