BPOM Surabaya Dilaporkan Balik Ke Presiden Terkait Penggerebekan Nurusy Syifa

MADIUN, 1-11-2017 – Suparno, pemilik industri obat “Nurusy-Syifa” di Km 6 Desa Kertosari Kecamatan Geger Kabupaten Madiun yang digerebek polisi berapa waktu lalu, melaporkan Balik Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Cabang Surabaya, ke Presiden RI.

Laporan ini terpaksa dia dilayangkan, karena penggerebekan yang dilakukan Polres Madiun pada waktu itu berdasarkan laporan dari BPOM Cabang Surabaya.

Selain ke Presiden, BPOM Cabang Surabaya juga dilaporkan ke Menteri Kesehatan RI dan BPOM pusat.

“Ini suratnya. Suratnya ini tebal karena banyak lampirannya,” kata Suparno, yang didampingi penasehat hukumnya, Usman Baraja, SH.

Suparno mengklaim, jika seluruh obat produksi pabriknya, semua ada ijin produksi dan ijin edarnya. Diakuinya, memang ada beberapa produk yang ijin edarnya belum keluar.

“Tapi yang belum turun ijin edarnya, belum kita edarkan kok,” tegasnya.

Usmanbaraja, SH, selaku penasehat hukum Suparno, menambahkan, seharusnya BPOM tidak melapor ke polisi, karena ini masalah administrasi.

“Ini masalah administrasi. Seharusnya BPOM melakukan teguran tertulis atau melarang produksi. Tapi ini kalau produksi dianggap berbahaya bagi kesehatan. Namun ini hasil produksi dan bahannya, sudah diuji semua kok oleh mereka,” sesal Usmanbaraja, SH.

Sebagaimana diketahui, Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Madiun, bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya menggerebek home industri obat “Nurusy Syifa” milik Suparno, di Jalan Raya Madiun-Ponorogo Ponorogo No 11, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa (19/9) yang lalu.

Meskipun demikian ternyata kasus ini sangat kental dengan nuansa lain, baik dari prosedur pelaporan yang katanya di duga dilakukan oknum BPOM Surabaya yang tidak benar, prosedur yang di lakukan tidak tepat karena masalah administrasi dan eksekusi ahkir yang dilakukan aparat yang tidak procedural. Menarik menanti berita yang sempat menyedot perhatian publik kota madiun ini. (Ahy/Ns)

Baca Juga!

Sikapi Omnibus Law Ketenagakerjaan Para Aktivis Serikat Pekerja dan Buruh Gelar Diskusi di Bogor

Bogor – Institut Hubungan Industrial Indonesia (INHI) bersama Para Aktivis Serikat Pekerja/Buruh menyelenggarakan Focus Group …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com