Tersangka AJN Diamankan Satres Narkoba Polres Purwakarta

SatRes Narkoba Polres Purwakarta Amankan AJN, Miliki 1 Toples Pil Hexymer / Trihexyphenidil

PURWAKARTA, 13/08/2018 – Tim Satnarkoba Polres Purwakarta kembali mengungkap kasus penyalahgunaan obat-obatan dan ketersediaan farmasi yang tidak memiliki ijin edar. Seorang pemuda berinisial AJN (22), berhasil diamankan bersama barang bukti berupa satu buah toples plastik warna putih berisi 396 ( tiga ratus sembilan puluh enam ), dan 1 bungkus kecil plastik klip bening berisi 5 butir tablet  butir tablet. AJN adalah warga Kp. Sempur Nunggal Ds. Linggasari Kec. Darangdan Kab. Purwakarta .

“Untuk Tersangka AJN  ditangkap pada hari Kamis, tanggal 09 Agustus 2018 sekira pukul 09.00 Wib dengan lokasi di Jl. Raya bojong sawit Kp. Cijolang Ds. Linggasari Kec. Darangdan Kab. Purwakarta,” terang Kasat Narkoba AKP. Heri Nurcahyo.

Kronologis penangkapan terhadap tersangka, Pada hari kamis tanggal 09 Agustus 2018 sekira pukul 09:00 Wib di Jalan Raya Bojong Sawit Kp. Cijolang Ds. Linggasari Kec. Darangdan, telah terjadi tindak pidana setiap orang dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi tanpa keahlian khusus  yang dilakukan oleh AJN, dimana pada saat dilakukan penangkapan serta dilakukan penggeledahan terhadap tersangka didapati atau ditemukan barang bukti berupa,1 buah toples plastik warna putih berisi 396 ( tiga ratus sembilan puluh enam ) butir tablet warna kuning diduga obat – obatan jenis Hexymer / Trihexyphenidil. 1 bungkus kecil plastik klip bening berisi 5 lima butir tablet warna kuning diduga obat – obatan jenis sama yaitu Hexymer / Trihexyphenidil, dan turut diamankan sebagai barang bukti 1 (satu) buah Handphone merk lenovo warna hitam beserta Simcardnya, ungkap Heri.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatanya dan penyidikan lebih lanjut, tersangka AJN dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polres Purwakarta terhitung pada tanggal 10 Agustus  2018 sampai dengan 29 Agustus 2018.

Untuk tersangka kami jerat dengan Pasal 196 dan 197  Undang Undang Republik Indonesia No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman Hukuman minimal 4 tahun kurungan penjara dan maksimal 15 Tahun kurungan penjara, pungkasnya.(Ns)

Baca Juga!

LAKSANA (Laskar Siaga Bencana) FPI Tak Kenal Lelah Bahu Membahu Bantu Korban Gempa Lombok

Jakarta, 15/08/2018  – Jauh dari keriuhan konstelasi perpolitikan tanah air yang seolah menenggelamkan suasana duka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *