Waspada! Oknum Mengatasnamakan Wartawan Meminta Sumbangan ke Sekolah

KARAWANG – Organisasi Wartawan yang merupakan wadah para profesional di dunia jurnalistik merupakan sebuah lembaga yang sangat strategis dalam era demokrasi saat ini. Selain sebagai wadah pemersatu, organisasi profesi juga berfungsi sebagai alat perjuangan wartawan dalam rangka kebebasan pers yang bermartabat.

Namun di Karawang, kembali terjadi kejadian tidak bermartabat dimana organisasi profesi dijadikan sebagai alat untuk meminta-minta sumbangan kepada instansi pemerintah. Dengan modal surat tugas disertai cinderamata yang dibawa oknum anggota organisasi wartawan tersebut beraksi.

Salah satu narasumber, yaitu Kepala Sekolah Negeri di bilangan Kota Karawang mengaku didatangi oleh pihak yang mengaku anggota salah satu organisasi profesi tersebut. Kata narasumber, oknum tersebut membawa cinderamata berupa buku agenda dengan harga Rp.200 ribu.

“Bawa cinderamata berupa buku agenda tipis, paling harganya Rp.10 ribu,” ujar narasumber, Jumat (14/2).

Namun narasumber mengaku tidak membeli cinderamata tersebut dan memilih untuk memberikan uang transport saja.

Narasumber juga mengatakan bahwa oknum tersebut tidak melakukan pemaksaan, namun sebagai mantan wartawan dirinya juga memberikan pemahaman dalam menjalankan tugas dan profesi secara baik.

“Mereka gak maksa sih. Saat itu saya kasih pengertian secara baik-baik agar bisa menjaga nama baik proifesi. Kebetulan tahun 1997 lalu saya pernah kerja di media jadi agak hapal dunia wartawan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang Litbang IWO (Ikatan Wartawan Online) Karawang, Yusri Amarahman sangat menyayangkan kelakuan oknum wartawan yang menjadikan organisasi wartawan sebagai alat untuk meminta-minta sumbangan kepada instansi pemerintah.

Apalagi permintaan sumbangan tersebut dilakukan dengan modus jual beli cinderamata dimana harga yang dijual tidak seimbang dengan harga asli barang.

“Kalau mau jualan ya jualan yang benar jangan mengatasnamakan organisasi wartawan, ini bisa merusak citra wartawan kalau dibiarkan terus,” ujar Yusri.

Karena itu Yusri menyarankan kepada pejabat di instansi yang kebetulan kedatangan oknum semacam di atas agar tidak terlalu ditanggapi dan bila perlu melaporkan ke organisasi wartawan yang sudah mapan agar nantinya diberikan pemahaman mengenai kode etik jurnalistik.(Red Iwo).

Baca Juga!

Karawang Akan Punya Pasar Induk

Karawang,14/03/2020 – Apresiasi diberikan Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana terkait rencana pembangunan Pasar Induk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com