Umat Perlu Bersabar Dan Menunggu Hasil Rekomendasi Ijtima Ulama ke-II

JAKARTA  – Humas Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin Chaidar menyatakan pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno belum maksimal bergabung ke dalam koalisi keummatan yang telah merekomendasikan dua nama hasil ijtima ulama di hotel Peninsula, Jakarta.

Menurut Ust Novel, Jokowi dan KH. Ma’ruf Amin sudah didukung penuh oleh partai koalisi yang mengusungnya, akan pasangan Prabowo – Sandiaga belum dikarenakan ada beberapa hal yang harus disamakan persepsinya dan harus menunggu hasil dari ijtima ulama II.

“Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno belum maksimal bergabung karena disana ada beberapa hal yang perlu dibahas lagi, dan harus diputuskan dalam ijtima ulama yang ke-II. Karena belum maksimal mengikuti hasil ijtima ulama tahap I. Para ulama yang telah merekomendasikan capres dan cawapres merasa belum terpenuhi harapannya sehingga dari hal itu perlu digelar kembali Ijtima Ulama yang ke-II agar bisa tercapai hasil yang maksimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan,” terangnya kepada karawangmetro.com, Senin (27/8/2018).

Novel berharap semua pihak bersabar dan menahan diri untuk mengikuti ijtima ulama II, dari sanalah nanti kita ketahui kemana akan kita tentukan lagkah kedepan.

“Dari Ijtima Ulama II nanti akan mengetahui kemana akan memberikan dukungan di pilpres 2019 dan sebelum ada Ijtima Ulama II maka adalah tidak resmi,”ungkapnya.

Karena di Indonesia, lanjut Ust Novel, ulama bukan saja menjadi panutan umat akan tetapi ulama mempunyai jasa yang sangat besar untuk bangsa ini.

“Karena sebelum ada NKRI, TNI dan Polri, para ulama ratusan tahun yang lalu memimpin perang melawan penjajah bersama rakyatnya. Dan seharusnya sudah sepantasnya ulama ini suaranya didengar, fatwa dan intruksinya diikuti,”tegasnya.

Melihat belum satu suara partai koalisi keumatan dalam melaksanakan arahan dan instruksi ulama, dalam hal ini Novel Bamukmin mengapresiasi atas sikap dari prof Yusril Ihza Mahendra yang belum menentukan arah dukungan politiknya karena masih menunggu ijtima ulama yang ke II.

“Namun saya yakini gak mungkin sepertinya  untuk memberikan dukungan terhadap Jokowi karena sudah terlalu banyak dosa atau kesalahan yang sudah dilakukan terhadap ulama dan umat Islam saaat ini. Profesor YIM juga sangat jelas sikapnya ketika ada isu calon tunggal bergulir untuk capres lebih baik dirinya memilih kotak kosong,” pungkasnya. (NS)

Baca Juga!

Berkaca Dari Hasil Pilpres 2014, KH Nonop Hanafi Yakin Prabowo-Sandiaga Menang Di Jawa Barat

BANDUNG, 18/11/2018 – Motor penggerak aksi jalan kaki Santri Ciamis yang menghebohkan Indonesia, yaitu KH …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com