Ust Novel Bamukmin: Terkait Pernyataan KH Ma’ruf Terhadap Hasil Ijtima Ulama ke- II, Semua Statmentnya Adalah Pernyataan Pribadi

Jakarta – Kubu Prabowo-Sandi mengantongi dukungan dari para ulama yang tergabung dalam GNPF Ulama yang kemarin sukses melaksanakan Ijtima Ulama II. Namun, bakal cawapres K.H Ma’ruf Amin menilai, masih ada banyak ulama lain yang mendukung kubunya.

“Jangan dibilang pecah, kami yakin yang betul-betul ulama, alim, hafal Quran, ahli ibadah seperti Abuya Muhtadi (K.H Muhtadi Dimyati) dari Banten itu dukung kami. Satu saja sudah ngalahin semua itu. Itu ulama betulan, jadi saya optimistis,” terang KH Ma’ruf kepada awak media.

Pernyataan KH Ma’ruf tersebut mendapat tanggapan dari anggota Persaudaran Alumni (PA 212), Ust Novel Bamukmin, menurutnya apa yang diunggkapkan KH Ma’ruf perlu dilihat dan dipisahkan saat yang bersangkutan masih di MUI dan sekarang sebagai cawapres.

“Menanggapi steatment KH Ma’ruf Amin ini perlu rasanya umat islam mengambil langkah yang tepat dalam hal urusan politik, yaitu perlu dipisahkan antara KMA (KH Maruf Amin) saat menjabat sebagai ketua MUI dan sekarang menjadi cawapres dari Joko Widodo, terangnya kepada karawangmetro.com, Senin (17/09/2018).

Masih menurut Ust Novel, kalau saat masih menjadi ketua MUI wajib bagi kita mengikuti fatwanya karena hal itu kesepakatan ulama, namun sekarang KMA ini posisinya menjadi cawapres dan harus kita fahami bahwa segala koment dan statmentnya saat ini adalah atas pribadi dan bukan lagi sebagai lembaga, dan tentunya selaku bakal cawapres, dan itu menurut saya sah-sah saja, tegasnya.

Dan saya tegaskan bahwa kami sangat cinta kepada KMA, karena pada kasus Ahok yang pada waktu itu saya adalah pelapor pertamanya dan beliau adalah sebagai saksi ahli agama dari MUI. Pada waktu itu saya hadir mendampingi KMA yang pada saat itu beliau malah dapat penghinaan dari saudara Ahok.

Maka dari itu, karena rasa cinta saya terhadap KMA maka saya harus bisa menyelamatkan beliau dari jerat politik penguasa dengan berpegang pada fatwa MUI 2015/V No 9, yaitu haram memilih pemimpin yang ingkar janji.

Sebagaimana diketahui fatwa tersebut ditanda tangani oleh K.H Maruf Amin sendiri, dan saya tetap mengambil seluruh fatwa MUI tapi sebelum KMA menjadi bakal Cawapres seperti saat ini, pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Berkaca Dari Hasil Pilpres 2014, KH Nonop Hanafi Yakin Prabowo-Sandiaga Menang Di Jawa Barat

BANDUNG, 18/11/2018 – Motor penggerak aksi jalan kaki Santri Ciamis yang menghebohkan Indonesia, yaitu KH …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com