Ust Novel Bamukmin : Bentuk Kepanikan Yusril, Adu Domaba HRS Dan Prabowo

Jakarta – Yusril Ihza Mahendra mengungkap transkrip lengkap percakapan WhatsApp dengan Habib Rizieq yang meragukan keislaman Prabowo Subianto. Yusril menegaskan transkrip percakapan itu merupakan bukti bahwa dirinya tak menyebarkan kebohongan.

Namun, sejumlah kalangan menanggapi dan menilai Yusril mempunya kelainan hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Ustad Novel Bamukmin. Dan berikut adalah wawancara media www.karawangmetro.com bersama Ust Novel, Kamis (4/4/2019).

Sudah tidak disangsikan lagi bahwa Yusril ini mempunyai kelainan karena penyakitnya itu memang tidak bisa dihilangkan. Setelah membohongi umat Islam yang mengamanatkan para simpatinya ke PBB, terlebih khusus para kader serta calegnya yang dibohongi dengan manuver politiknya yang mungkar. Semua menyaksikan manuver kebohongan dan penghianatannya pada saat rakornas tanggal 27 Januari di hotel sekitar Ancol, terang Ust Novel.

Sekarang dia berbuat kebohongan baru lagi dengan mengatakan pernah menelepon HRS, padahal tidak pernah HRS ditelepon oleh Yusril bahkan memfitnah Prabowo Islamnya gak jelas. Ternyata menurut bukti yang ada HRS tidak pernah mengatakan itu dalam dialog WA nya. Dan beliau hanya mengatakan prabowo islamnya lemah, bukan tidak jelas islamnya. Karena kalau islamnya tidak jelas bisa diartikan ada indikasi beragama lain, dan ini sangat berbahaya. Namun kalau islamnya lemah, hal itu wajar karena Prabowo bukan seorang yang berkecimpung dalam disiplin ilmu agama, terang Novel.

Dan atas kebohongan Yusril tersebut saya pribadi akan melaporkan Yusril karena telah melakukan kebohongan dihadapan umum lewat media elektronik, tegas Novel.

Kalau dilihat sebenarnya ini wujud kepanikan Yusril. Kepanikan ini terjadi karena strategi politiknya yang bombastis itu diambang kehancuran. Sebagian besar caleg dan mungkin kadernya tidak bekerja untuk mendukung 01, malah masih setia dengan memperjuangkan Capres 02. Walaupun keputusan DPP PBB dalam rakornas 27 Januari telah memutuskan atas nama DPP yang diduga ini merupakan suatu pemaksaan kehendak dan penghianatan untuk mendukung pilihanya tersebut.

Sekarang Yusril melakukan manuver lagi dengan membawa-bawa nama besar HRS, kalau dilihat sangat menyalahi Syariat dan Adab sebagai orang islam, melihat hal itu justru saya mempertanyakan keislaman Yusril. Dan berdasarkan bukti baru terkait bentuk percakapn Whatsup tersebut belum tentu HRS yang berkomunikasi dengan YIM.

Saya tau betul karakteristik HRS. Namun yang jelas, buat saya yang menghadapi yusril secara langsung, Saya melihat Yusril ini seorang pembohong yang telah membohongi kader dan calegnya, contohnya seperti saya yang dibohongi habis-habisan, bahkan menjadi perampok suara saya kalau saya mendapatkan, walaupun saya telah resmi mundur dari PBB dan sampai saat ini saya haramkan nama saya untuk dicoblos.

Saya akan terus melakukan perlawanan dengan cara apapun untuk melawan keangkuhannya. Dan Yusril sudah tau akan berhadap-hadapan dengan saya, Dan saya sepakat untuk berhadapan lewat jalur apapun, pungkasnya.(Ns).

Baca Juga!

Pasang Tiang Listrik Tanpa Ijin, PLN UPJ Kosambi Digugat Pemilik Lahan

Karawang – Gara-gara pemasangan tiang listrik tanpa persetujuan pemilik lahan, PT PLN UPJ Kosambi Karawang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com