Terminal Klari Sesak Penumpang Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Karawang – Jelang perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018 jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Klari-Karawang, terus mengalami lonjakan. Hingga Sabtu (23/12), jumlah penumpang yang telah berangkat dari terminal tersebut mencapai 12 Bus lebih dalam sesi pagi pemberangkatan yang biasanya hanya 4 bus.

Penjaga PO Bus Dedy Jaya Klari Ibu Ernawati mengungkapkan, meningkatnya jumlah penumpang telah terjadi sejak Rabu (21/12). Rata-rata setiap harinya penumpang yang berangkat mencapai 700 orang lebih dan puncaknya kelihatanya hari ini dengan 1.800 orang jika dilihat dari armada yang diberangkatkan.

“Dari hari Rabu sebetulnya sudah ada peningkatan jumlah penumpang. Dan hari ini (Sabtu) itu mencapai 1.800 penumpang kurang lebih,” kata Ernawati, saat ditemui tim karawangmetro.com di Terminal Klari, Karawang, Sabtu (23/12/2017).

Menurut Ernawati, tercatat peningkatan jumlah penumpang atau pemudik tahun ini dibandingkan dengan 2016. Peningkatannya, kata Roni, mencapai 60 persen kurang lebih. Bahkan, sambung dia, bus antar kota antar provinsi (AKDP) tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur tiketnya sudah habis terjual dari seminggu sebelumnya.

“Penumpang yang berangkat dari Terminal Klari pada tahun ini dibandingkan 2016 ada peningkatan 60 persen. Tiga hari jelang Natal sudah mengalami lonjakan penumoang dan tiket sudah ludes terjual, rata-rata tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ucapnya.

Adanya lonjakan penumpang tersebut karena momen libur Natal dan tahun baru 2018 ini berbarengan dengan hari libur sekolah. Sehingga masyarakat memanfaatkan libur panjang ini untuk pulang ke kampung halaman.

Sedangkan untuk karcis sendiri ada mengalami peningkatan harga dari 10-40 persen.

Hilman penumpang yang mau mudik ke Sragen ini menuturkan bahwa libur kali ini memang sangat jauh berbeda dengan tahun kemarin, tahun ini jauh lebih ramai.

“Peningkatan ini kemungkinan karena libur Natal dan tahun baru bersamaan dengan libur sekolah pak, kalau untuk tiket ada kenaikan tarif sekitar 20 persen dari harga biasa. Tetapi wajar karena mungkin jalan yang macet sehingga bahan bakar juga bertambah boros ujar Hilman. (Zar)

Baca Juga!

Pernyataan Sikap dan Tuntutan ASPIKA Atas Penderitaan Muslim Uyghur

KARAWANG – Penderitaan yang dialami umat islam Uyghur di Provinsi Xinjiang, Tiongkok mengundang simpati berbagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com