Sindir Pemerintah Tidak Sensor Aplikasi LGBT, ASPIKA Bandingkan Pemblokiran Terhadap Konten Ulama Yang Dianggap Radikal

KARAWANG – Jagat media sosial dihebohkan dengan sebuah platform aplikasi penyuka sesama jenis (homo) bernama ‘Blued’ yang beredar bebas promosi di sebuah aplikasi media sosial.

Dalam promosinya iklan tersebut tertulis aplikasi Blued-Mens Video Chat & Live. Pemasang iklan menuliskan caption tambahan yakni dengan mengajak pengguna aplikasi media sosial tersebut untuk bergabung dengan mendownload aplikasi tersebut.

“Bergabunglah dengan aplikasi sosial gay global populer untuk menjelajahi topik tren gay” demikian caption dalam iklan itu.

Menanggapi hal itu, Penanggung jawab Bidang Komunikasi Dan Publikasi dari Aliansi Pergerakan Islam Karawang (ASPIKA), Kang Narto Sapdo sangat menyesalkan promosi aplikasi untuk kaum gay ini bisa lolos promosi di sebuah platform media sosial tanpa sensor dari kementrian Kominfo.

Menurut Narto, seharusnya aplikasi sejenis itu tidak dibiarkan bebas tampil promosi karena menimbulkan rasa ke khawatiran di tengah-tengah masyarakat dan mengancam moral generasi bangsa.

“Kami mempertanyakan peran kominfo dalam hal ini? Kenapa iklan berbayar tersebut tidak di filter dan bebas? Seharusnya dalam hal ini mereka mengambil tindakan tegas,” ungkap Narto.

Saya ambil contoh, pemerintah dalam hal ini melalui kominfo sangat aktif memblokir konten yang pengguna medsos share terkait ulama yang mereka anggap bersebrangan atau radikal, akan tetapi kenapa konten GAY atau LGBT yang jelas-jelas iklan berbayar ini dapat lolos sensor dari mereka?, tanya Narto.

Kami dari Aspika sejak dulu serius mendorong pemerintah dan khususnya pemerintah Kab Karawang agar mengeluarkan aturan terkait pelarangan keberadaan LGBT, Namun sayangnya Pemkab Karawang hanya mengeluarkan surat imbauan sehingga tidak berdampak serius untuk mencegah atau membatasi aktifitas merusak moral yaitu perilaku sex menyimpang LGBT. Harusnya berbentuk Perda sehingga ada sanksi jelas terhadap pelaku, tegasnya.

Kami mengajak kepada masyarakat untuk lebih ‘memfilter’ diri dengan meningkatkan keimanan sehingga tidak terjerumus kemaksiatan, terlebih ikut bujuk rayu kaum LGBT, pungkasnya.(In).

Baca Juga!

Jika Pemkab Karawang Tak Jalankan Rekomendasi Kesepakatan Para Pihak, ASPIKA Bakal Gelar Aksi Turun ke Jalan

KARAWANG, 16/09/2019 – Diskusi publik Pro dan Kontra Goyang Karawang yang diselengarakan pada hari Jum’at …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com