Rumah Qur’an Thursina – Galuh Mas, Mencetak Para Penghapal Al-Qur’an Di Tengah Masyarakat Urban

Karawang, 24/11/2018 – Zaman saaat ini sudah serba teknologi. Ini memberi kemudahan untuk siapa pun yang ingin belajar berbagai disiplin ilmu. Termasuk didalamnya adalah metode untuk menghafal Quran pun sekarang ada yang sudah dikemas dengan menggunakan multimedia.

Seorang ulama Mesir syeikh Dr. Kamil El-Laboudy adalah yang menemukan teori tersebut, kemudian ia mempraktekkan metode itu kepada ketiga anaknya. Dan putra pertamanya Tabarak, berhasil menjadi Hafidz termuda sedunia. Disusul kemudian oleh adiknya Yazid dan Zena menjadi hafidz dan hafidzah juga diusia yang masih sangat muda. Metode ini kemudian dikenal dengan ‘Manhaj Tabarak’ atau ‘Metode Tabarak’.

Untuk metode Tabarak ini terbagi dalam tujuh level, dan jika lancar bisa menyelesaikan hafalan 30 Juz paling cepat dalam tiga setengah tahun.

Sekolah Tahfidz RQ Thursina yang dibuka pada pertengahan Oktober 2018 adalah mengadopsi metode Tabarak ini. Didirikan oleh suami istri, Yayan Suryana, Lc., M.E. dan Citra Dewi Maenawati, Lc. Keduanya merupakan alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Dan keduanya sudah mendapat sertifikat langsung dari penemu metode Tabarak Syeikh Dr. Kamil El-Laboudy.

Tujuan dari mendirikan sekolah tahfidz ini, karena ingin memaksimalkan potensi umur produktif anak-anak yang masih diusia dini untuk menghafal Quran. Sehingga hafalan itu bisa melekat lebih kuat. Kemudian tujuan yang  lain adalah, bahwa kebutuhan anak-anak kepada hafalan Al Qur’an untuk saat sekarang menjadi urgen, sebab beberapa sekolah Islam dan pondok pesantren mewajibkan calon peserta didiknya memiliki hafalan Qur’an sebagai syarat diterima di lembaga mereka.

Rumah Qur’an Thursina yang terletak di Galuh Mas – Karawang, lokasi sangat strategis karena bersebrangan dengan RSUD Karawang, berada di satu area dengan Pasar Bersih, dan perumahan-perumahan Galuh Mas. Dengan harapan sekolah tahfidz ini memberikan kemudahan fasilitas untuk menghafal Qur’an kepada anak-anak di lingkungan ini, yang notabene sebagian dari mereka adalah masyarakat Urban.

Saat ini Rumah Quran Thursina memiliki 31 santri untuk Level 1. Dibagi tiga waktu, kelas pagi dimulai jam 8.00 sampai jam 11.00 untuk anak usia 3 tahun sampai TK A. Kelas sore dimulai jam 16.00 sampai 19.00 untuk anak TK B sampai usia 10 tahun. Kemudian diadakan juga kelas weekend bagi anak-anak yang tidak ada waktu selain Sabtu dan Minggu dimulai dari jam 16.00 sampai 19.00.

Selain menghafal Al Qur’an dengan metode Tabarak dari Mesir, RQ Thursina memasukkan kurikulum dasar Bahasa Arab dan Sirah Nabawiyah, tujuannya agar memudahkan anak memahami bahasa al-Quran dan meneladani akhlak Nabi melalui cerita-cerita dalam Sirah Nabawiyah.

Besar harapan pendiri sekolah tahfidz RQ Thursina bisa mencetak para Penghafal Qur’an di kota Karawang ini. Oleh karena itu, dalam masterplan-nya ke depan ada beberapa tempat lain yang akan dibuka atau bahkan menjadi sekolah modern yang materi utamanya adalah hafalan Quran. [red]

 

 

Baca Juga!

Ribuan Buruh Karawang Gelar Aksi 12.12, Bupati Sedang Dinas Ke Jakarta

KARAWANG – Aksi demonstrasi  buruh 12.12 yang di gelar oleh Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan (KBPP) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com