Relawan FPI Karawang Serahkan Bantuan 30 Rumah Tenda, Upayakan Bangun Jarigan Pipa Air Bersih Desa Pansor Lombok-NTB

LOMBOK – Pasca gempa berkekuatan 7 SR yang melanda Lombok dan sekitarnya pada Ahad (5/8/2018) malam, Front Pembela Islam (FPI) serta divisi kemanusiaannya Hilal Merah Indonesia (HILMI) lewat instruksi Imam Besar Habib Rizieq Syihab serta merta sigap untuk menerjunkan bala bantuan dan Relawan.

Salah satu yang menyambut seruan instruksi Imam Besar Habib Muhammad Rizieq Syihab tersebut adalah DPW FPI Karawang. Saat ini para relawan telah sampai di Lombok untuk bergabung dengan Tim Relawan HILMI-FPI yang telah ada di Lombok sejak gempa pertama, 30 Juli 2018 lalu.

Tidak hanya DPW FPI Karawang, Laskar dan relawan berbagai daerah serentak menyambut seruan jihad kemanusiaan dari Habib Rizieq tersebut.

Dan berikut adalah tanggapan dari ketua relawan DPW FPI Karawang, Aris Fadil yang disampaikan kepada karawangmetro.com, Sabtu (29/09) sehari setelah di Lombok.

“Kami 11 relawan dari DPW FPI Karawang terdiri dari Ketua DPW FPI, 2 orang relawan dari MPI, 8 orang dari MAWIL LPI saat ini telah berada di Lombok- NTB, tepatnya di Dusun Pansor Desa Sesait, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara,” terangnya.

Bantuan yang kami bawa dari para donatur yang telah kami serahkan kepada para korban gempa diantaranya berupa rumah tenda sebanyak 30 unit, 2 mushola tenda 2 unit.

Selain itu kami sedang merenovasi Masjid Nurul Hidayah, dan membantu pengairan dengan menyediakan paralon ukuran 3″ dari asal sumber air untuk dialirkan ke Dusun Pansor yang jaraknya sepanjang 600 meter.

Perlu kami sampaikan, bahwa kondisi masyarakat pasca gempa saat ini sebagian besar masih tinggal di tenda-tenda pengungsian sementara dengan kondisi secara umum jauh dari kata layak dan memprihatinkan.

Melihat keadaan para pengungsi seperti ini, sudah seharusnya diperlukan campur tangan dari pemerintah untuk merecovery pembangunan tempat tinggal mereka akibat dari dampak gempa.

Sedangkan ketika kami tanyakan tentang janji dari pemerintah yang konon katanya ada bantuan sebesar 50 juta per
rumah, dan uang makan 10.000/hari untuk setiap orang ternyata hanya ada
di media masa saja. Aktualnya masyarakat disekitar posko yang kami dirikan belum tersentuh bantuan tersebut, pungkasnya.(Ns/Ris).

Baca Juga!

Karawang Akan Punya Pasar Induk

Karawang,14/03/2020 – Apresiasi diberikan Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana terkait rencana pembangunan Pasar Induk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com