Refleksi Ahkir Tahun, Mengubah Cara Berpikir

Karawang, 02/01/2018 – Setiap akhir tahun kita selalu melakukan refleksi diri, apa yang sudah saya perbuat di tahun 2018? Apa yang bisa saya perbaiki lagi agar saya dapat mecapai target saya di tahun 2019. Apa target saya di tahun 2019, apa saja yang perlu saya pelajari untuk dapat mewujudkanya.

Didalam melakukan refleksi ahkir tahun biasanya dimulai dengan pertanyaan, dan pertanyaan-pertanyaan diatas merupakan alat bantu untuk melakukan refleksi. Mengapa perlu melakukan refleksi? Hidup kita ini sangat singkat dan cepat, untuk dapat melakukan perbaikan harus mengetahui apa yang perlu diperbaiki.

Didalam refleksi ini, kita dapat mengetahui kekurangan kita, kalau mengetahui kekurangan yang ada pasti kita dapat melakukan perbaikan dan mengambil langkah strategis untuk memperbaiki gerakan atau akselerasi kita selanjutnya.

Tujuan melakukan muhasabah/refleksi adalah melakukan evaluasi, agar dapat menjadi lebih baik, dan bermanfaat bagi umat dan masyarakat. Itu sebabnya refleksi perlu dilakukan secara rutin di akhir tahun dan dapat juga setiap akhir bulan atau dipenghujug hari.

Subyek dari refleksi adalah diri kita, bukan orang lain, sehingga pada saat refleksi semua pekerjaan atau ketidakmampuan kita tidak boleh dikaitkan ke orang lain, kalau subjek refleksi adalah orang lain maka kita akan sulit memperbaiki kekurangan yang ada pada diri kita.

Melakukan refleksi setiap akhir tahun akan sangat penting dalam menumbuhkan diri kita, menjadi orang yang lebih baik lagi. Didalam refleksi yang keluar adalah apa yang harus saya perbaiki didalam diri agar perbaikan tahun depan dapat tercapai? Hasil refleksi tidak boleh negatif, berprasangka pada orang lain, menyalahkan orang lain, atau komplain, hasil refleksi yang negatif tidak akan meningkatkan diri kita. Dan akhirnya kita akan menjadi orang yang kerdil, orang yang tidak bertumbuh.

Didalam dunia global yang semakin transparan, akan sangat menghargai kemampuan seseorang. Orang yang mempunyai kemampuan yang tinggi akan mendapatkan kemakmuran dan kesuksesan. Akan tetapi tidak sedikit juga orang orang yang semakin susah, karena memang pola pikirnya yang tidak dapat berubah. Untuk melakukan perubahan harus dimulai dari mengubah cara berpikir yang ada pada diri kita.(Ns).

 

 

Baca Juga!

Rumah Sakit ‘Seolah’ Terlantarkan Ulfa Balita Penderita Retak Tulang Kepala

Subang, 11-02-2020 – Rasa empati untuk, Ulfa Nur Fitriani Balita berusia 8 bulan yang sejak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com