Persatuan Dan Kerja Sama Dapat Menyelesaikan Permasalahan Bangsa

Karawang, 24 Juli 2018

Masih ingat beberapa waktu yang lalu dunia diramaikan dengan misi kemanusiaan untuk menyelamatkan anak-anak pemain bola di Thailand bersama seorang pelatihnya yang terjebak di dalam goa.

Goa tersebut memiliki kedalaman yang sangat dalam jaraknya sekitar 10 km, sedangkan anak-anak dengan pelatihnya ada pada jarak 4 km dari mulut goa. Sebenarnya goa ini memang  terbuka untuk umum tetapi hanya di bulan tertentu yaitu Mei dan Juni, karena pada bulan lainnya ada kemungkinan goa ini akan tergenang air. Benar saja, pada saat anak-anak tersebut masuk ke dalam goa kemudian air laut mulai naik sehingga goa menjadi tergenang menutup pintu goa dengan dipenuhui air.

Dengan kondisi yang demikian tahap awal penyelamatan pemerintah Thailand dan Relawann di fokuskan untuk memberikan tabung oksigen. Beratnya medan memakan korban yaitu seorang mantan marinir Thailand yang baru berusia 38 tahun menjadi korban dalam misi kemanusian tersebut.

Dalam misi penyelamatan anak-anak ini melibatkan lebih dari 100 orang penyelam kelas dunia, 900 orang Polisi, 2,000 orang Tentara, 10 Helicopter polisi, 7 Ambulans, 700 Tabung udara, 1 milyar liter air yang dipompa keluar, kalu digambarkan sama seperti 400 kolam renang ukuran olimpic.

Penyelamatan ini sulit untuk dilakukan dikarenakan memang medannya yang sulit, dan perlu melibatkan banyak orang serta peralatan.

Dalam misi ini yang melibatkan banyak berbagai tim rescue dan pasti disana harus ada komando yang dapat menyatukan semua orang yang terlibat untuk memantau dan memberikan komando. Untungnya ada dua orang Penyelam Inggris yang telah menyelidiki goa tersebut hingga detail, sehingga dia tahu persis keadaan di dalam goa tersebut dan dapat memberi gambaran bagaimana kondisi disana.

Satu hal yang menarik dalam misi penyelamatan anak-anak yang terperangkap di dalam goa ini adalah mereka saling bekerja sama tanpa melihat siapa yang terperangkap, agamanya apa, warga negaranya apa.

Tetapi mereka sepakat mengemban misi yang sangat tinggi yaitu menyelamatkan jiwa manusia. Mereka tidak melihat lagi berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membantu menyelamatkan nyawa manusia. Bahkan banyak petani yang sawahnya terendam air karena digunakan untuk membuang air pompa yang ada di dalam goa dan merelakanya.

Mereka mengatakan kalau kerusakan padi bisa digantikan, tetapi kalau kehilangan nyawa anak-anak tidak bisa digantikan.

Petani yang mungkin secara ekonomi tidak terlalu berlimpah, tetapi mempunyai hati yang mulia, bahwa menyelamatkan jiwa manusia lebih penting dari pada harta yang dimiliki. Padahal nyawa anak-anak yang diselamatkan tersebut bukanlah saudara atau kerabat dekat mereka, anak-anak tersebut  tidak dikenal oleh Si Petani.

Kesimpulan Yang Didapatkan Dari Kejadian Tersebut Dan Kaitanya Dengan Bangsa Indonesia

Mereka bersepakat bekerja sama, bagaimana susahnya untuk menyelamatkan nyawa anak-anak dan taruhannya mungkin nyawa mereka sendiri. Dan itu benar adanya tahap awal penyelamatan memang sudah ada korban misi penyelamatan dilakukan.

Kemudian saya membandingkan, bagaimana banyak sekali peristiwa yang terjadi di Thailand mirip yang terjadi di Indonesia.

Seharusnya ditengah kesusahan ekonomi bangsa seperti saat ini kita semua bekerja tanpa memikirkan untuk siapa dan golongan yang mana, apalagi pencitraan untuk mempertahankan sebuah kekuasaan, tetapi semua bekerja mencapai satu tujuan kemakmuran bersama untuk Indonesia.

Tentunya peranan seorang presiden di dalam sebuah Negara  akan sangat berpengaruh, sama seperti halnya saat misi penyelamatan anak-anak dalam goa di Thailand. Dalam hal ini pasti ada seorang leader atau pemimpin yang memberikan komando agar semuanya bisa berjalan bersinergi sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri dan saling curiga satu sama lain, apalagi mengambil tindakan yang dapat menimbulkan polemik dan guncangan dalam stabilitas kehidupan berbangsa.

Kalau berpikir lebih luas tentang kepentingan negara, seharusnya negara kita juga dapat menjadi sebuah negara makmur kalau rakyatnya dapat bersatu padu untuk membangun bangsanya tanpa membeda-bedakan siapa kita dan dari golongan partai mana. Semua mempunyai tujuan yang sama ingin menjadikan Indonesia yang makmur dan sejahtera dan yang demikian saya yakin pasti akan dapat dicapai jika kita memiliki seorang figure presiden yang memiliki leadership yang baik dan kepemimpinan yang di hormati oleh semua kalangan.

Saat ini kalau dilihat dan diperhatikan adalah massa sebuah kemunduran yang terjadi di Indonesia jika di bandingan dengan jaman yang sebelumnya dalam segi nasionalisme.

Yuk, kita semua bersatu untuk membangun Indonesia dengan mengkesampingan kepentigan pribadi dan ego kelompok, semoga Indonesia menjadi Negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafûr, Amiin.(Ns)

 

 

Baca Juga!

Ust Novel Tanggapi Pernyataan Ketua PSI Yang Tolak Perda Syariah Dan Perda Injil, Usul PSI Dibubarkan Saja

Jakarta – Tokoh nasional Ust Novel Bamukmin, geram dengan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com