Ormas Islam Karawang Sepakat Kecam Tindakan Kejam Rezim Cina! Berencana Siapkan Aksi Damai Bela Muslim Uighur

KARAWANG – Ormas Islam Karawang mendesak pemerintah dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk menyelamatkan nasib Umat Islam Uighur dan bersikap tegas terhadap rezim Tiongkok.

Pernyataan bersama oleh Ormas Islam karawang  disampaikan saat acara tablig akbar “Solidaritas Untuk Muslim Uighur” yang diadakan di Gedung Al Irsyad Jl. Kertabumi No.42, Karawang Kulon, Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Selasa (01/01/2019.

“Kami prihatin atas nasib saudara-saudara kita Muslim Uighur yang sejatinya merupakan mayoritas penduduk di Provinsi Xinjiang yang saat ini tidak memiliki kebebasan menjalankan ajaran agamanya serta mengalami berbagai intimidasi dan kekejaman yang dilakukan oleh rezim tiongkok,” kata Ust.Ahmad Rofi’i Lc,M.M.Pd. kepada media www.karawangmetro.com, Selasa (01/01/2019).

Secara khusus, Perwakilan dari MIUMI ( Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia ) ini meminta Pemerintah Indonesia untuk menyalurkan sikap umat Islam Indonesia dengan bersikap keras dan tegas terhadap Pemerintah RRT. Selain itu, masyarakat Indonesia dan khususnya karawang untuk dapat membantu membela nasib umat Islam di sana.

Kepada umat Islam, Ust.Ahmad Rofi’i mengimbau untuk menyalurkan tangan pertolongan bagi saudara-saudara Muslim lewat cara-cara yang memungkinkan.

Pernyataan sama juga datang dari ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang ) yang disampaikan Kang Narto yang mewakili Ketua Presedium Ust Irwan yang tidak bisa datang dikarenakan berhalangan datang dan diwakilkan.

“Kami dari ASPIKA sepakat dengan apa yang disampaikan berbagai ormas islam yang tadi telah dituangkan dalam kesepakatan dan ditandatangani oleh berbagai ketua ormas islam yang hadir. Kami mengecam keras tindakan biadap yang dilakukan oleh pemerintah rezim komunis cina yang menimpa muslim uighur, tegasnya.

Adapun ketika ditanyakan, Apakah akan ada aksi lanjutan terkait pembelaan terhadap Muslim Uighur? ASPIKA dalam hal ini akan mengkonsolidasikan dengan berbagai ormas untuk membuat aksi lanjutan, dan adapun waktunya belum ditentukan, ungkapnya.

Seperti diberitakan media massa internasional dan nasional, Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang mengalami penyiksaan, pengucilan, dan pelarangan menjalankan ajaran agama.

Penindasan seperti itu, menurut ASPIKA, merupakan pelanggaran nyata atas Hak Asasi Manusia, dan hukum internasional, pungkasnya.(Ns).

Baca Juga!

Harun Masiku, Penyuap Wahyu Setiawan Kabur ke Singapura

Jakarta – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyatakan, Politikus PDIP, Harun Masiku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com