Ngaku Anggota BNN Rampok Satroni PT Samudera Berlian, Gondol Uang 161 Juta

KARAWANG – Empat orang kawanan rampok dengan modus mengaku sebagai petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Karawang diringkus jajaran Polres Karawang. Para pelaku ditangkap setelah merampok sebuah kantor pergudangan PT Samudera Berlian di Jalan Interchage, Karawang Barat.

Komplotan perampok bersenjata api ini berhasil memperdayai korbann dengan cara mengacungkan pistol. Dan dalam aksinya juga mengaku sebagai anggota BNN dengan menunjukan kartu BNN palsu, para pelaku langsung mengasak uang di dalam tas yang berisi uang Rp161 juta. Menurut keterangan pelaku, Uang hasil rampokan tersebut digunakan oleh para pelaku untuk foya-foya di tempat hiburan.

Empat pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing, berinisial BS (26), AYP (24), LT (25) NS (31) dan seorang lagi, WL (30) yang masih dinyatakan buron. Dan saat ini jajaran Satreskrim Polres Karawang masih memburu rekan pelaku yang masih buron tersebut.

“Kami menangkap empat tersangka saat berada di rumahnya. Saat ditangkap petugas, mereka tidak melakukan perlawanan dan langsung digiring ke mapolres. Mereka merupakan kawanan rampok yang menggunakan senjata api dan mengaku sebagai anggota BNN. Kami tangkap sepekan setelah korban perampokan melaporkan kejadian ini,” kata Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat ekspose kasus di Mapolres Karawang, Selasa (16/10/2018).

Slamet mengemukakan, dalang perampokan adalah NS alias Samrun, dia ini juga dikenal sebagai seorang aktivis yang kerap melakukan sejumlah aksi demonstrasi di kantor Pemkab Karawang. Saat ditangkap polisi, Samrun kepada petugas mengaku melakukan perampokan dalam kondisi mabuk.

“Pelaku menodongkan senjata api untuk menakut-nakuti korban, kemudian mengambil tas, ponsel dan uang tunai. Belakangan diketahui jika senpi tersebut palsu,” ujar dia.

Tersangka Samrun mengaku, saat melakukan perampokan dia dan teman-temannya dalam keadaan mabuk minuman keras. Seusai pesta miras (NS) alias Samrun dan kawan-kawan merencanakan aksi perampokan.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat Karawang. Sorry ya masyarakat Karawang,” ungkap Samrun sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah kamera wartawan.

Samrun mengatakan motif perampokan ini adalah karena uang untuk bersenang-senang. Setelah berhasil merampok uang tersebut digunakan untuk foya-foya di tempat hiburan malam di Jakarta.

“Uang Rp161 juta kami gunakan untuk karaoke dan pijat sampai tersisa sekitar lima juta rupiah,” ungkap Samrun.(red).

Baca Juga!

Ust Novel Tanggapi Pernyataan Ketua PSI Yang Tolak Perda Syariah Dan Perda Injil, Usul PSI Dibubarkan Saja

Jakarta – Tokoh nasional Ust Novel Bamukmin, geram dengan pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com