Kepsek SMPN 2 Lemahabang Ungkap Fakta “Outing Class”, Pertanyakan Siapa Dalang Dibalik Aksi Demo Siswa???

KARAWANG, 09/09/2019 – Setelah menuai polemik dikalangan masyarakat luas, Kepala Sekolah SMPN 2 Lemahabang, Kabupaten Karawang Nilna Muna atau yang biasa disapa Danil, ahkirnya angkat suara soal mengemukanya isu “Outing Class”.

Berikut keterangan Nilna Muna kepada www.karawangmetro.com terkait penjelasaan outing class di SMPN 2 Lemahabang, Minggu (08/09/2019) kemarin.

“Sehubungan dengan ‘Outing Class’ yang menjadi viral dan menjadi heboh di media itu, bahwa  sebenarnya ‘Outing Class’ yang tadinya sudah dikirim surat edaran, isinya seperti yang sudah beredar di kalangan masyarakat,”terangnya.

Bahwa sebetulnya tiga hari sebelumnya kepala sekolah sudah bertemu kembali dengan kelompok orangtua murid yang merasa dirinya sebagai mewakili dari orangtua murid.

“Dalam pertemuan itu sudah diputuskan bahwa akan ada rapat lanjutan dengan orangtua murid, dan sekolah akan mengirim undangan lagi ke semua orangtua untuk mengadakan rapat kembali yang akan direncanakan pada hari Jum’at, Tetapi, katanya, tiba-tiba dua hari setelah pertemuan tersebut tiba-tiba ada demo siswa. Padahal status ‘Outing Class’ itu akan dikaji ulang, akan dibahas ulang pada waktu dan hari yang sudah disepakati pada saat itu, seperti yang kami sampaikan tadi, Kami akan kirim surat undangan oleh pihak sekolah kepada semua orangtua murid. Itu penjelasan saya sebagai kepala sekolah SMPN 2 Lemahabang,” terangnya.

Dan melihat kejadian fakta di lapangan, yaitu ‘Outing Class’ sebenarnya belum dapat dikatakan layak untuk di demo, apalagi dilakukan oleh label murid SMP. Karena permasalahannya sangat sederhana. Dan itu pun masih dalam proses dibahas ulang. Tetapi tiba-tiba terjadi demo, nah kami pihak sekolah menganggap kejadian demo itu bukan kejadian biasa,” katanya mengulangi.

Tetapi, hal ini seolah-olah ada indikasi seperti dipaksakan untuk demo. Padahal permasalahannya sangat sederhana dan masih akan dibahas ulang. Pada pagi hari sebelum kejadian demo, sekitar pukul 09.00 WIB, pada saat menjelang maghrib atau malamnya saya sudah memerintahkan Wakasek Kesiswaan untuk mengumumkan kepada murid agar membatalkan acara “Outing Class”. Saya perintahkan Pak Robani dan Bu Susi untuk segera mengumumkan ke murid pagi hari bahwa ‘Outing Class’ akan dibatalkan,” katanya.

Tapi anehnya tiba-tiba di pagi hari para murid melakukan demo. Padahal, seorang guru senior di sekolah yang bernama (Aji Asma) sudah mengumumkan dengan mikrofon bahwa demo dibatalkan saja karena acara outing class juga akan dibatalkan. Tetapi anehnya mereka para murid tetap melakukan aksi demo. Murid yang seolah-olah terprovokasi tetap beramai-ramai mengadakan demo. Itu fakta yang sebenarnya,” pungkasnya.(Red N-Eg).

 

Baca Juga!

Ikatan Wartawan Online (IWO) Karawang Raih Penghargaan Dari Bawaslu

KARAWANG – Ikatan Wartawan Online (IWO) Karawang mendapat penghargaan dari Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com