Kejam…!!! Kronologi Pembantaian Pekerja Trans Papua Yang Menyebabkan 31 Nyawa Meninggal

Karmet News – Kelompok bersenjata di Papua kembali beraksi. Mereka diduga membantai puluhan pekerja Jalan dan Jembatan Trans Papua, Minggu, 2 Desember di Distrik Yall Kabupaten Nduga Papua. Peristiwa itu baru diketahui padda Senin, 3 Desember 2018.

Menurut Informasi dari Joko, staf logistik PT Istaka Karya yang mempekerjakan puluhan pekerja tersebut, ada 24 karyawannya yang berada di Distrik Yall.

Pihak PT Istaka yang berada di Wamena saat ini belum mendapatkan informasi akurat terkait dengan karyawannya yang ada di Distrik Yall karena Komunikasi via telepon satelit saat ini tidak bisa.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kelompok bersenjata Papua diduga mengamuk dan membantai para pekerja. Mereka marah saat mengetahui ada pekerja yang mengabadikan gambar upacara HUT OPM 1 Desember tak jauh dari lokasi kejadian.

Dari komunikasi melalui melalui Radio SSB, Pendeta Wilhelhmus Kogoya, tokoh gereja L Yigi, mengatakan telah terjadi pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kab. Nduga, sebanyak 24 orang tukang meninggal dunia sebagaimana dilansir dari vivanews.

Diceritakan, pembunuhan terhadap 24 orang tersebut terjadi pada hari Minggu, 2 Desember 2018. Para korban meninggal 24 orang tersebut dikatakan merupakan pekerja jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi.

Dua tukang sempat melarikan diri dan selamat, sementara mereka sudah sampai di Distrik Mbua, dan delapan tukang bangunan yang berada di Distrik Yall di selamatkan oleh keluarga Wakil ketua I DPRD Nduga Alimi Gwijangge dan dibawa lari ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

Menurut informasi, hingga saat ini kelompok tersebut masih di lokasi pembunuhan dan menjaga para korban. Lokasi sulit dijangkau dan blank area (tidak ada jaringan) sehingga menyulitkan untuk koordinasi.

Sampai saat ini korban bertambah menjadi 31 pekerja dan diantranya adalah dari pasukan keamanan. Pembantaian keji tersebut mengundang amarah dan simpati berbagai pihak. Salah satunya adalah Nasir Djamil.

“Apapun alasan yang dipakai oleh mereka yaitu perbuatan teror di papua tidak bisa dibenarkan,” terang Muhammad Nasir Djamil, mantan anggota DPR periode 2009 – 2014 yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera dari Komisi III membidangi masalah Hukum saat diwawancari salah satu stasiun tv, Rabu, 05/12/2018.

Kita berharap, semoga masalah ini bisa segera diselesikan oleh aparat keamanan. Dan kedamaian di bumi cendrawasih papua kembali tercipta.(Az).

Baca Juga!

Ribuan Buruh Karawang Gelar Aksi 12.12, Bupati Sedang Dinas Ke Jakarta

KARAWANG – Aksi demonstrasi  buruh 12.12 yang di gelar oleh Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan (KBPP) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com