Koordinator ASPIKA (Irwan Taufik)

Jika Pemkab Karawang Tak Jalankan Rekomendasi Kesepakatan Para Pihak, ASPIKA Bakal Gelar Aksi Turun ke Jalan

KARAWANG, 16/09/2019 – Diskusi publik Pro dan Kontra Goyang Karawang yang diselengarakan pada hari Jum’at (13/09/2019) oleh FORSUKA (Forum Suara Umat Karawang) dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, dihadiri anggota DPRD, perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang, Kementerian Agama Kabupaten Karawang dan berbagai ormas islam, menghasilkan tiga rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Karawang.

Poin pertama adalah menyepakati diskusi publik pro dan kontra Goyang Karawang dengan spektrum lebih besar lagi. Kedua, sepakat meningkatkan kepekaan terhadap warga Karawang yang mengalami kekeringan dan kesusahan lainnya, dengan Sekda Karawang sebagai fasilitator. Terakhir, semua pihak harus menjaga kondusifitas Karawang.

Aliansi Pergerakan Islam Karawang, yang juga turut dalam diskusi publik ini meminta kepada Pemkab Karawang untuk konsisten dan merealisasikan tiga poin rekomendasi tersebut. Namun ternyata hingga saat ini, setelah diskusi publik digelar, belum ada lagi komunikasi terjalin dengan para pihak, baik dari Sekda Karawang ataupun Disbudpar.

“Hingga detik ini tiga poin rekomendasi yang disepakati tidak juga dilaksanakan oleh Sekda Karawang. Komunikasi pun tidak ada lagi. Padahal tiga poin rekomendasi ini juga merupakan arahan beliau (Acep Jamhuri),” kata Ketua Aspika Ustaz Irwan Taufik, sebagaimana dilansir dari Portaljabar.net, Minggu (15/9).

Irwan mengungkap, dalam salah satu poin rekomendasi tersebut, Aspika dan aktivis Islam lainnya bersepakat dengan Pemkab Karawang agar lebih sensitif terhadap warga yang mengalami kesulitan-kesulitan, diantaranya kekurangan air.

“Artinya harus seimbang dan ada implementasi kongkrit dari pemda terkait hal ini,” tegasnya.

Selain masalah sensitifitas, aktivis Islam dan pemerintah juga sepakat bahwa Karawang harus kondusif, aman dan damai.

“Poin menjaga kondusifitas itu termaktub dalam poin ketiga, dan direkomendasi sebagai hasil diskusi publik,” jelasnya.

Namun, bila kedepannya Pemkab, dalam hal ini Sekda Karawang, tidak mengindahkan tiga poin rekomendasi diatas, Irwan menegaskan akan menyampaikan sikap kritisnya dengan cara turun ke jalan dalam menyikapi Festival GoKar Internasional yang membuang uang Rp 1,7 miliar.

“Fokus dalam demo nanti adalah anggaran dari uang rakyat senilai Ro 1,7 miliar yang kami rasa dimubazirkan. Sementara, warga Karawang yang sedang kesusahan tidak diperhatikan oleh Pemkab,” sindirnya.

Irwan menyebut, Aspika dan aktivis Islam lainnya akan melakukan aksi demo dengan kekuatan 1000 orang. Namun, dia memastikan aksi unjuk rasa nanti tetap berjalan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dalam ketentuan penyampaian pendapat dimuka umum. (Red Ns/).

Sumber : portaljabar.net

Baca Juga!

Salah Satu Pengembang KPR Di Karawang “Diduga” Tidak Transparan Terkait SBUM

KARAWANG – Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang disubsidi oleh pemerintah bertujuan untuk memudahkan masyarakat berpenghasilan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com