Jakarta Ada AHOK , Karawang Ada AKING!

Karmet – Aking Saputra, atau lebih dikenal dengan nama (Aking) akhirnya dilaporkan ke polres Karawang. Laporan itu buntut dari statusnya di facebook yang menghina Islam dan Ulama yang Dia posting di laman Facebooknya setelah ramai mendapat tanggapan luas di Karawang (5/22).

Dia dilaporkan oleh beberapa pimpinan Ormas dan LSM diantaranya Kompak, FPI, dan Ormas lain yang tergabung dalam GPMK. Pelaporan ini kata perwakilan Ormas yang di sampaikan Mulyono S.H (Ketua Kompak), Aking Saputra telah menghina Nabi Muhammad SAW dan Ulama melalui status dan komentarnya di FB sambil menunjukan screenshot Faceebok Aking sebagai bukti pelaporan.

“Sebagai etnis Tionghoa yang non Muslim, harusnya Aking jangan membahas masalah agama Islam di medsos, apalagi sampai mengatakan melalui komentarnya di facebook bahwa dalam berpoligami, umat Islam telah dicontohkan oleh Nabi nya dengan cara menikahi perempuan yang usianya di bawah umur, dalam Islam kan masalah nikah tidak dilihat batasan usianya, melainkan pada batasan apakah telah mencapai Aqil Baligh atau belum dan postigan lain yang senada menghina dan merendahkan umat islam “jelasnya.

Aduan ini dilakukan atas nama pribadi dan kumpulan Ormas lain,  pasalnya dia sebagai Muslim merasa tersinggung atas apa yang di lakukan oleh Aking.

Saat melaporkan hal tersebut Kang Mulyono tidak  sendirian dia didamping Ormas yang tergabung dalam GPMK dan juga Pengacaranya.

Pada pelaporan kasus ini GPMK dan Kang Mulyono membawa beberapa barang bukti berupa screenshot dari Facebook dan bukti lain sebagai bahan laporan kepada Polisi.

Dalam pelaporannya Aking diduga melanggar pasal Pasal Pasal 156 dan 156a KUHP dan juga UUD Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Pasal 156 KUHP berbunyi, “Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500“.

Sedangkan isi Pasal 156a KUHP adalah, “Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia“.

Aking adalah salah satu tokoh yang berpengaruh di Karawang.Apakah dengan pelaporan diatas pihak berwenang berani menindak lajuti kasus tersebut sampai ke pengadilan dan dikenakan pasal-pasal sebagaimana dimaksud?

Menarik untuk menyimak kasus hukum ini karena mirip dengan kasus hukum yang kemarin sempat mengemparkan jagat Indonesia yaitu kasus Ahok yang telah divonis penjara 2 tahun.

Indonesia adalah Negara yang berdasar pada Kebhinekaan dan setiap warga Negara berkewajiban menghargai satu dengan yang lain tanpa perlu berbuat hal-hal yang merugikan ajaran atau Agama orang tersebut karena pendahulu kita Founding Father kita telah sepakat Indonesia adalah Negara Bhineka Tunggal Ika artinya berbeda-beda tetapi satu jua yaitu Indonesia.

(Opik /Narto Sapdo)

Editor:M Faturahman AS Sayid

Baca Juga!

Kembali Dana Desa Memakan Korban, Kepala Desa Pancawati Jadi Tersangka!

KARAWANG – Kembali oknum Kades di Karawang berubah status menjadi seorang tersangka. Kades Pancawati, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com