Habib Hanif: Sepakat, Ormas Islam dan Pemerintah Legalkan Penggunaan Bendera Tauhid

JAKARTA – Dialog kebangsaan yang digelar Kementrian Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) bersama dengan ormas islam pada Jum’at (9/11/18) menyepakati bolehnya penggunaan bendera tauhid berlafadz “Laa Ilaaha Illallah Muhammadur Rasulallah”, dan melegalkan penggunaannya.

Hal tersebut  dikatakan Habib Hanif yang merupakan ketua Front Santri Indonesia (FSI) usai mengikuti dialog kebangsaan yang digelar di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Jum’at (9/11/18) pagi.

“Hasilnya kami menyepakati bahwa kami akan menjaga persatuan dan kesatuan, mengedepankan dialog dalam segala hal, dan yang terpenting terkait masalah bendera tadi sudah dijelaskan lagi di hadapan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Menteri Agama, Sekretaris Jenderal pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU, perwakilan Banser (Barisan Ansor Serbaguna)dan Ketua organisasi-organisasi masyarakat lainnya bahwasanya yang dilarang ada;ah bendera HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) tapi yang ini (bendera tauhid) tidak di larang di Indonesia, “kata Habib Hanif usai menghadiri dialog kebangsaan dengan tema “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”di Jakarta.

Habib Hanif menyatakan, kedepan bendera tauhid dengan warna apapun boleh digunakan. Bendera tauhid menurut kesepakatan tersebut tidak boleh dilarang, dikucilkan ataupun dibakar karena telah menjadi kesepakatan di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dia mengatakan, bendera tauhid adalah legal, tidak boleh diganggu gugat, dan tidak dilarang di Indonesia.

“Insya Allah, mudah-mudahan dengan adanya kesepakatan ini, bendera tauhid wajib untuk dihormati dan dimuliakan. Dari PBNU, Banser sudah minta maaf, Insya Allah, mudah-mudahan keutuhan NKRI bisa selalu terjaga, “tambahnya.

Habib Hanif juga mengingatkan agar bendera tauhid tidak dibentur-benturkan dengan benderah merah putih dengan maksud apapun.

“Bendera ini tidak pernah dilarang dan wajib dijunjung tinggi dan jangan dibentur-benturkan dengan bendera merah putih. Kita bangga dengan bendera merah putih sebagai bendera resmi negara dan kita bangga dengan tauhid sebagai keyakinan umat Islam, “jelasnya.

Habib Hanif juga mengecam siapapun yang menyalahgunakan atau tidak menghormati bendera tauhid seperti tindakan yang memakai bendera tauhid sebagai alas untuk duduk.

“Orang yang bela tauhid harus menjadi orang yang paling pertama memuliakan tauhid. Kami selalu mengingatkan dalam setiap tabligh akbar, demonstrasi dan sebagainya, agar jangan ada yang menaruh di bawah, jangan sampai yang tertulis di baju itu dibawa masuk ke kamar mandi, itu tidak boleh. Jadi, siapapun yang memakai pakaian yang ada tulisan kalimat tauhidnya maka dia wajib untuk memuliakannya, tidak boleh dihinakan, tidak boleh ditaruh di bawah, “pungkasnya. (Red)

Baca Juga!

Kembali Dana Desa Memakan Korban, Kepala Desa Pancawati Jadi Tersangka!

KARAWANG – Kembali oknum Kades di Karawang berubah status menjadi seorang tersangka. Kades Pancawati, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com