Fenomena Kaos #2019Ganti Presiden Ada di Pawai 10.000 Obor Karawang Yang Dihadiri Puluhan Ribu Orang

KARMET NEWS – Acara pawai 10.000 obor yang diadakan oleh FMK (Forum Masyrakat Karawang) dan umat Islam Karawang, Sabtu, (05/05/2018) di Masjid Al-Jihad sebagai titik kumpul dan Masjid Agung Karawang sebagai finishnya dihadiri puluhan ribu orang.

Semua kalangan masyarakat Karawang tumpah ruah hadir di acara tersebut, berbagai bendera berkibar didominasi bendera merah putih, bendera tauhid dan bendera Palestina. Para peserta pawai mengungkapkan hal itu sebagai wujud dukungan warga Karawang terhadap perjuangan bangsa palestine dan tegas menolak Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

Poster dukungan kepada bupati Karawang untuk menutup THM pun dibentangkan peserta dan merata di berbagai sudut.

Namun pada barikade poster yang dibentangkan dari ribuan rombongan peserta, ada yang menarik tim karawangmetro.com yaitu poster dan kaos yang di bawa bertuliskan #2019Ganti Presiden.

“Sengaja kami bawa poster dan kaos #2019Ganti Presiden, Kami ingin perubahan. Harapan kami kedepan semoga ada pemimpin baru untuk Indonesia supaya persatuan dan kesatuan bangsa tidak lagi terkotak-kotak dan terkoyak, dan rakyat kehidupanya lebih baik” terang kang Zaenal, Sabtu (05/05/2018) malam.

 

Sementara peserta lain yang juga mengenakan kaos #2019Ganti Presiden juga ikut menyampaikan harapanya.

“Kaos ini lagi trend pak, hal ini bukti bahwa warga Indonesia menginginkan sebuah perubahan. Hampir di acara-acara besar tidak hanya di Karawang tetapi di lain kota juga sama fenomenanya, ungkap salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya.

Fenomena kaos #2019 Ganti Presiden memang lagi trend merata di seluruh daerah, hampir di acara besar selalu ada fenomena tersebut, semisal CFD dan tablig akbar.

Semoga perang tagar dan kaos menjelang pemilu ini hanya merupakan sebuah wujud suara anak bangsa yang merasa gembira akan datangnya pesta demokrasi lima tahunan yaitu Pilpres. Harapanya tentu tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa diatas kepentingan pribadi maupun golongan. “Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu dalam wadah bingkai negara Republik Indonesia”. (Ns-Zar)

Baca Juga!

Rumah Sakit ‘Seolah’ Terlantarkan Ulfa Balita Penderita Retak Tulang Kepala

Subang, 11-02-2020 – Rasa empati untuk, Ulfa Nur Fitriani Balita berusia 8 bulan yang sejak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com