Sengketa Tanah, DKM Al-Mukarromah Dilaporkan ke Polres Karawang, Sekarang Ditahan di Kejaksaan

KARAWANG –  Nasib nahas harus dialami seorang DKM Masjid Jami Al-Mukarromah, Dusun Turi Barat, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Anon Suganda.
Ust dansekaligus pengurus DKM ini harus berurusan dengan penegak hukum karena dituduh telah melakukan penyerobotan tanah untuk dibangun Masjid di desa tersebut. Dia dilaporkan ke polisi atas laporan seorang warga bernama, Margana Manullang.

Informasi dilapangan yang berhasil dihimpun karawangmetro.com, kasus ini bermula ketika beberapa tahun lalu warga patungan untuk membangun sebuah Masjid di tempat tinggal mereka. Namun selang berapa tahun kemudian tiba-tiba, ada warga lain yang mengaku memeliki tanah tersebut. Margana Manullang justru mengklaim bahwa tanah yang akan dibangun Masjid Al-Mukarrolah itu adalah miliknya.

Melihat hal yang demikian, Warga tak begitu saja percaya, karena memiliki bukti surat-surat hak atas tanah tersebut. Bahkan warga mengaku memiliki akta jual beli tanah, sertifikat wakaf, kwitansi, dan surat penting lainnya.

“Karena warga punya bukti kuat, proses hukum sempat ditunda. Tapi selang enam bulan sejak bulan puasa sampai akhir oktober kemarin, justru  DKM dan kepala desa sudah dinyatakan tersangka, dan berkas sudah dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujar seorang warga setempat yang bernama kang Halid.

Bahkan kabarnya, beberapa hari lalu DKM itu sudah dijemput oleh pihak Kejaksaan Negeri Karawang, termasuk sang kepala desa. Mereka dituduh telah melakukan pemalsuan dokumen terkait tanah tersebut.

Terkai hal tersebut, kami mencoba menanyakan tersebut ke Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng dan membenarkan terkait masalah tersebut. Meski begitu, kata Maradona, perkara yang ditangani bukan tentang penyerobotan lahan, melainkan tentang menempatkan keterangan palsu kedalam akta authentik.

“Ketika penyidikan kita tidak melakukan penahanan,” ujar Maradona, saat dihubungi, Sabtu (4/11).

Saat ini berkas kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap oleh penyidik Polres Karawang (P21) dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karawang.

“Pelapor adalah seorang ahli waris (tanah masjid). Ketika proses penyidikan kita tidak melakukan penahanan dan sekarang sudah P21 dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan. Dan saat ini ditahan oleh Kejaksaan,” kata dia.(Zar/Ns)

Baca Juga!

Kembali Dana Desa Memakan Korban, Kepala Desa Pancawati Jadi Tersangka!

KARAWANG – Kembali oknum Kades di Karawang berubah status menjadi seorang tersangka. Kades Pancawati, Kecamatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com