Buka Gerai Retail Tak Perlu Modal Ratusan Juta, ICM Gandeng LEU Mart, Cukup 14 Juta Punya Retail

KARMET NEWS – Siang tadi Yayasan ICM (Insan Cerdas Madani), mengambil tempat di Apartement Mahogany beralamat di jalan Arteri Karawang Barat, Telukjambe Barat, Margakaya, Telukjambe barat, Karawang Regency, Karawang, mengelar Halal Bihalal dan Sosialisasi LEU Mart, Ritel konsinyasi modern pertama di Indonesia yang dicetuskan oleh Lembaga Ekonomi Umat (LEU).

Setelah sukses sebagai fasilitator pembentukan ritel-ritel yang sesuai konsep syariah, Kembali Yayasan ICM mengandeng konsep ritel modern bersama LEU Mart untuk bisa hadir di Karawang.

Dan berikut adalah tanggapan dari ICM yang disampaikan oleh Samsudin SE.Sy selaku Ketua kepada karawangmetro.com, Sabtu (04/08/2018).

“Acara Halal bi halal dan sosialisasi LEU Mart ini sesuai dengan visi dan misi dari yayasan ICM. Pertama adalah ICM konsern mengembangkan pendidikan dan ahklak karimah. Kedua, pemberdayaan ekonomi umat dengan membekali umat dengan top skill yang mumpuni, seminar dan lokakarya serta transfer knowledge, dan salah satunya adalah acara hari ini. Ketiga, sebagai bukti bahwa ICM pro dengan ekonomi syariah bermanfaat untuk umat” terangnya.

Ini bukanlah yang pertama ICM mengendors berdirinya retail yang sesuai syariah, jauh-jauh hari kita telah melakukanya di Karawang.

Sedangkan untuk ICM dengan LEU Mart adalah sebagai fasilitator, harapanya kedepan LEU Mart sebagai retai muslim dapat hadir di Karawang. Harapanya ada disetiap desa ataupun Masjid. Perlu saya sampaikan LEU Mart dekat dengan UKM dan umat, LEU Mart berani memberikan konsep bisnis konsinyasi, pungkasnya.

Apa itu LEU Mart…?
Sementara menurut Muhammad Harynaldi (Direktur PT Kunci Nusantara), selaku perwakilan LEU Mart pusat menyampaikan bagaimana konsep bisnis dari LEU Mart dihadapan peserta yang hadir.

“LEU Mart hadir dari keprihatinan umat yang ada saat ini, permasalahan ekonomi umat saat ini ada dua yaitu pasar dan modal,” terangnya.

LEU Mart hadir sebagai pasar. Kita dirikan retail sebanyak-banyaknya agar kita memiliki pasar, pasar untuk umat berjual beli dan mendistribusikan barang.

LEU Mart sistimnya kemitraan, umat menyiapkan tempat dan karyawan sedangkan barangnya LEU Mart yang menyediakan barang dengan sistim Konsinyasi, jadi tidak perlu modal, terangnya.

Masih menurut Herynaldi, Syarat untuk bergabung dengan LEU Mart sangat mudah. Kalau retail yang lain harus menyediakan modal ratusan juta untuk membuka retail, untuk LEU Mart cuma 14 juta, itupun digunakan untuk keperluan rak dan fasilitas lainya.

Semoga LEU Mart di Karawang nantinya menjamur, untuk pertama retail LEU Mart yang akan dibuka di Karawang adalah di apartement  Mahogany. LEU Mart hadir dari umat Islam dan wadah resminya yaitu MUI (Majelis Ulama Indonesia), pungkasnya.

Sementara dalam Halal Bihalal dan Sosialisasi LEU Mart ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Karawang, Asep Junaedi.

“Kami menyambut baik acara ini yang diselengarakan oleh ICM ini. ICM perlu diapresiasi. Dari pemerintah akan memberikan dorongan kemudahan untuk pendirian koperasi dan legalisasinya. Kita mempunyai program pendirian koperasi yang dibiayai lewat APBD Karawang,”terangnya.

Kita sarankan retail yang ada di Karawang terwadahi dengan suatu badan koperasi yang khusus membidani bidang usaha retail, dan dikhususkan mengurusi retail, pungkasnya.(Ns)

Baca Juga!

Ribuan Buruh Karawang Gelar Aksi 12.12, Bupati Sedang Dinas Ke Jakarta

KARAWANG – Aksi demonstrasi  buruh 12.12 yang di gelar oleh Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan (KBPP) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com