Yan Bona Aktivis PA 212 Ditetapkan Sebagai Tersangka, ACTA Pertanyakan Dasar Logika Hukumnya

Jakarta – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) meminta kepolisian bersikap netral dalam kasus ujaran kebencian yang disangkakan kepada aktivis Persaudaraan Alumni (PA) 212, Indragiri Hilir, Riau, Yan Bona alias Iyan Bin Mukhtar.

Menurut Wakil Ketua ACTA, Ust Novel Bamukmin mengatakan, Yan Bona dalam hal ini hanya sebagai saksi pelapor atas ujaran kebencian yang dilakukan Fahrudin alias Oyonk Maldini bin Muhktar Rasidi.

Yan Bona ini hanya membagikan postingan Oyonk itu ke sesama Alumni PA 212 di grup Facebook. Tetapi, Alih-alih ingin meluruskan fitnah yang ada, Yan Bona malah justru dijerat sebagai penyebar ujaran kebencian.

“Aneh sekali, aktivis PA 212 yang sedang mengusut penghinaan terhadap PA 212 malahan dijerat sebagai penyebar ujaran kebencian kepada PA 212. Kami berharap dalam hal ini agar Polri mengedepankan sikap profesional, harus bisa dipisahkan antara saksi pelapor dengan pelaku sebenarnya,” terang Ust Novel, Jum’at, 14/09/2018.

Kami meminta kepada pimpinan Polri untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. Jangan sampai terjadi kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang tidak bersalah,” tambahnya.

“Kami melihatnya, dalam hal ini logika hukumnya betul-betul tidak nyambung, ada orang atau ormas yang dihina kok malah yang dihina dijadikan tersangka dan dipenjara? dalam hal ini pihak penyidik dari kepolisian Idragiri Hilir kesanya tidak netral.

ACTA mendukung agar polri bersikap netral dan profesiaonal dalam menangani kasus-kasus politik menjelang pelaksanaan pemilu 2019. Kontestasi pemilu yang hanya diikuti oleh dua pasang calon, membuat perlakuan yang tidak adil terhadap satu pihak maka akan terlihat jelas dan diketahui oleh masyrakat luas, yang pada ahkirnya hal tersebut bisa menjadi pemicu konflik sosial.

Sekalai lagi kami meminta kepada pimpinan polri untuk memberikan perhatian khusus terhadap kasus ini. jangan sampai terjadi kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang tidak bersalah.

Kami berharap agar penetapan status tersangka kepada Yan Bona untuk ditinjau ulang. Setidak-tidaknya harus dilakukan gelar perkara khusus untuk mengaudit terpenuhui atau tidaknya prosedur tetap dalam penanganan perkara ini.

Bahkan kalau dilihat ada kejanggalan dalam penetapan tersangka Yan Bona. Dan kami menilai tidak sesuai unsur-unsur tindak pidana atas ujaran kebencian, pungkasnya.(Ns).

 

Baca Juga!

Polemik, Soal ‘Budek-Buta’, Ma’ruf Diberi Tenggat 10 Hari Minta Maaf

Bandung, 13/11/2018 – Forum disabilitas Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Tunanetra Menggugat meminta calon …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *