Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri Foto:ekonomi-akurat.co

Woow…! Pekerja Asing Jumlahnya Meningkat 69,85 % Masuk ke Indonesia

KARMET NEWS| 08-03-2018  – Akankah pekerja lokal, baik yang sudah ahli atau pun belum bisa bersaing dengan banyaknya pekerja asing yang kian hari bertambah dan melesat tajam. Kalau kita melihat data Tenaga Kerja Asing (TKA) jumlahnya setiap hari kian menggila. Yang resmi tercatat di Kementerian Tenaga Kerja, jumlahnya kini mencapai 126 ribu orang. Dari jumlah itu, mayoritas pekerja berasal dari China. Angka itu meningkat 69,85 persen dibandingkan akhir 2016 sebanyak 74.813 orang. Ingat, itu yang tercatat, belum lagi mereka yang kucing-kucingan dengan berbagai cara masuk ke Indonesia.

Para pekerja asing kebanyakan  dari China, ada juga yang berasal dari Jepang, Amerika Serikat, dan Singapura. Kendati jumlahnya melesat, pemerintah masih berkeinginan untuk mempermudah masuknya TKA profesional yang masih dibutuhkan di sektor-sektor tertentu. Hal itu terungkap dari keterangan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

“Permudahan perizinan TKA ini hanya ditujukan bagi tenaga kerja yang sudah ahli. Pekerja kasar dan jenis-jenis pekerjaan lain yang bisa diisi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) tetap dilindungi,” Ujarnya, di Jakarta, Selasa (6/3) kemarin.

Adapun kemudahan yang dimaksud adalah, lanjut dia, diberikan guna menciptakan birokrasi ketenagakerjaan yang lebih responsif. Ia ingin berkaca dari kebijakan negara lain, di mana izin kerja TKA dipermudah, tetapi pengawasannya tetap ketat.

“Intinya, persoalan perizinan TKA akan ditata biar lebih cepat dan lebih baik. Tetapi, skema pengendaliannya jelas, di mana izin dibuat mudah kemudian pengawasan diperkuat. Pengalaman di negara-negara lain seperti itu, izinnya simple (sederhana), tapi law enforcement-nya bagus,” Pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Ustad Tengku Zulkarnaen Cocok Pimpin MUI Gantikan K.H Ma’ruf Amin, Berwibawa, Membawa Kesejukan, Tidak Menjadi Corong Penguasa

JAKARTA- Setelah memutuskan maju sebagai bakal cawapres Joko Widodo di Pilpres 2019, KH Ma’ruf Amin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *