Ustad Novel Bamukmin

Ust Novel Ke Ngabalin, Kalau Mencari Kekuasan Jangan Pakai atau Bawa-bawa Profesi Mubalig

Jakarta – Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ust Novel Bamukmin menngomentari Ali Mochtar Ngabalin yang statmentnya ahkir-ahkir dirasa membuat umat islam resah dan dibuat gerah olehnya terkait membawa-bawa nama Bakomubin.

“Ulah Ngabalin kalau dicerna statmentnya seolah-olah menaburkan kebencian dan terindikasi mengadu domba umat, hal itu mungkin dilakukan demi memuluskan atau melangengkan jabatannya. Sebenarnya kalaupun ngabalin bermanufer terus dengan gaya politiknya yang demikian sah-sah saja selama mengatas namakan pribadi dan tidak membawa simbol-simbol agama atau atas nama mubaligh,”terangnya kepada karawangmetro.com, Rabu (12/09).

Menurut Ust Novel, ketika diminta pendapatnya lebih lanjut menanggapi komentar Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP) yang membawa-bawa dan mengaku-aku masih menjabat di Bakomubin Ust Novel memperingatkan agar jangan pakai symbol keagamaan untuk kepentingan politik.

“Karena bisa dipastikan para mayoritas mubaligh sangat keberatan nama mubaligh dibawa-bawa oleh Ngabalin. Seharusnya Dia tidak membawa-bawa lagi Bakomubin kalau memang yang bersangkutan sudah tidak menjabat lagi sebagai pengurus, atau sudah ada pengurus yang baru dan sah secara individu maupun organisasi,” tegas Ust Novel.

Kalau hal itu dilakukan saya rasa apa yang dilakukanya tersebut sangat tidak berakhlaq dan tidak memcerminkan sebagai seorang mubaligh. Model penyampaiannya dalam statmentnya selalu membuat gaduh dan meresahkan, hal itu dapat mengancam keutuhan bangsa dan negara Indonesia dan prilaku tersebut sangat mencoreng profesi mubaligh.

Karena setau saya, si Ngabalin sebelum menjadi orang istana pernah datang ke Alumni Presidium 212 yaitu sempalan dari pada persaudaraan Alumni 212 yang tak lain tujuannya mereka kalau saya duga hanya ingin memecah belah Alumni 212. Untuk itu saya mendukung pengurus Bakomubin yang sah untuk memberikan somasi kepada ngabalin agar tidak lagi membawa-bawa atas nama mubaligh untuk kepentingan syahwat politik mungkarnya tersebut, tegasnya.

Menurutnya, Ngabalin sempat eksis di Presidium Alumni 212. Namun keberadaan Ngabalin ternyata untuk memecah belah organisasi tersebut sehingga akhirnya membubarkan diri.

“Presidium Alumni 212 ketika itu sudah dibubarkan atau sudah berganti dengan Persaudaraan Alumni 212 yang Ngabalin memang sudah tidak ada keberadaannya didalamnya,” kata Novel. (Ns).

Baca Juga!

Polemik, Soal ‘Budek-Buta’, Ma’ruf Diberi Tenggat 10 Hari Minta Maaf

Bandung, 13/11/2018 – Forum disabilitas Jawa Barat yang tergabung dalam Forum Tunanetra Menggugat meminta calon …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *