Wakil Ketua Koordinasi Pelapor Bela Islam (Korlabi), Persaudaraan Alumni (PA) 212, H.Novel Bamukmin,SH

Ust Novel Ba’mumin : Kapitra Sudah Tidak Menjadi Pengaca HRS Sejak 6 Bulan lalu, Sudah Bukan Bagian Dari Perjuangan Kami

KARMET NEWS – Sosok Kapitra Ampera mendadak menjadi sorotan karena dikabarkan menjadi calon anggota legislatif dari PDIP. Padahal sebelumnya, Ia dikenal aktif dalam Aksi Bela Islam 212 dan menjadi pengacara Habib Rizieq Shihab.

Namun benarkah demikian, berikut adalah keterangan dari tokoh senior sekaligus Jubir Persaudaran Alumni 212, Ust Novel Bamu’min seputar polemik masalah pencalegan Kapitra di PDI-P kepada karawangmetro.com, Kamis (19/07/2018).

“Semalam baru jelas setelah yang bersangkutan tampil di acara salah satu tv swasta dan sebagaimana kita dengar komentar dan statmentnya,” terang Ust Novel.

Untuk urusan dia ke PDI-P, saya tidak kaget karena memang orang ini sudah bukan bagian dari perjuangan kami yang istiqomah untuk melawan kelompok yang selama ini mendukung penista agama dan melakukan kriminalisasi terhadap ulama.

Tadinya dibeberapa media dia masih mengelak, bahkan sempat bersumpah “Demi Allah Tidak ” keteranganya dibeberapa media, bahkan kami dari PA 212 yang diwakili oleh para petinggi PA 212 sempat untuk bertabayun, dan pada waktu itu Kapitra juga  mengatakan tidak demikian (Menjadi Caleg PDI-P).

Sebenarnya, yang bersangkutan memang sudah 6 bulan lebih bukan sebagai pengacara Habib Rizieq dan sudah dipecat secara tidak hormat meski tidak secara resmi. Tidak hanya demikian, dari beberapa wadah advokat muslim Alumni 212 juga demikian karena jelas penghianatanya dan sepak terjangnya kalau diamati sangat berbahaya buat perjuangan kami.

Kami menduga yang bersangkutan ini memang sebagai penyusup yang kemana mana selalu mengatas namakan sebagai pengacara HRS, padahal HRS yang saya tahu sangat kesal degan pengakuan yang bersangkutan.

Pernah HRS marah hebat karena ulahnya yang memberikan info tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan para petingi di FPI dan GNPF serta PA 212, dan keteranganya kalau dilihat selama ini memang nyeleneh serta diduga melakukan kebohongan publik. Tetapi sayangnya yang bersangkutan ini terus bermanuver dengan berkelat kelit kesana sini untuk menutupi kemunafikannya, ungkapnya.

Memang dari  pertama saya kenal dengan Kapitra, orang ini selalu mengatas namakan agama dan memang dia aktif sebagai pengurus masjid namun mencurigakan, makanya saya sering di media membantah pernyataanya dan dia sering japri ke saya dengan nada keberatan dan saya tidak peduli akan hal tersebut. Bahkan, sampai kemaren pun saya masih dijapri terkait dengan berita dari salah satu media online sebagai bentuk bantahannya, namun pagi ini sudah jelas terbukti siapa sebenarnya Kapitra, tegasnya.

Ulahnya ini adalah kemunafikan, sebuah perbuatan kemunafikan yang bertumpuk-tumpuk dan melebihi dari apa yang dilakukan oleh Ali Muktar Ngabalin sertaTGB, sehingga saya berani bersaksi bahwa perbuatan Kapitra adalah bentuk “Munafik, Fasik , Dzolim”, haram jenazahnya masuk masjid walau dia pengurus masjid, dan haram untuk dishalatkan kalau dia mati tidak bertaubat karena perbuatanya yang sangat busuk.

Sampai semalam saya masih mengingatkan dia, saya japri di WA agar dia mendapat hidayah taubat, tidak menjadi orang munafiq, dan dijawab sama dia dengan “Aamiin”. Saya berharap dirinya segera meminta maaf atas komen-komen atau statmentnya yang nyeleneh dan menyesatkan tersebut, pungkasnya.(Ns)

Baca Juga!

LAKSANA (Laskar Siaga Bencana) FPI Tak Kenal Lelah Bahu Membahu Bantu Korban Gempa Lombok

Jakarta, 15/08/2018  – Jauh dari keriuhan konstelasi perpolitikan tanah air yang seolah menenggelamkan suasana duka …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *