Umat Islam yang tergabung dalam ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) dan Perwakilan DKM sepakat dengan Pemkab Karawang yang saat itu diwakili Asda II yaitu Ahmad Hidayat, untuk menutup semua tempat hiburan malam (THM) dan Miras selama Ramadhan

Ulama dan Kiyai Prihatin Maraknya Tempat Maksiat di Karawang, Oknum Pejabat Malah Ada Yang Jadi Penikmat!

KARMET NEWS – Umat Islam yang tergabung dalam ASPIKA (Aliansi Pergerakan Islam Karawang) dan Perwakilan DKM sepakat dengan Pemkab Karawang yang diwakili Asda II yaitu Ahmad Hidayat, untuk menutup tempat hiburan malam (THM) dan Miras selama bulan suci Ramadhan, Jum’at siang (20/4/2018).

Selama dalam pertemuan dengan perwakilan pengunjuk rasa di ruang rapat sekda, Jum’at siang, para tokoh Agama dan perwakilan DKM mereka merasa sangat prihatin dengan kondisi Karawang saat ini. Karawang saat ini dipimpin Bupati seorang muslimah dan Wakil Bupati adalah anak seorang tokoh kyai NU ternyata masih membiarkan maraknya peredaran miras maupun tempat-tempat kemaksiatan merajalela di Karawang, termasuk di bulan suci ramadhan.

“Selama Ramadhan tahun kemarin saja contohnya, hanya di Karawang tempat hiburan malam yang tetap buka. Makanya, para ‘wisatawan maksiat’ dari luar daerah pada datang ke Karawang. Ini sangat ironis! Di sisi lain, ada juga penikmat manfaat dari kondisi dibiarkannya hal tersebut di saat kami berteriak meminta itu ditutup,” Ungkap Asep Irawan Syafei dari Forum Masyarakat Karawang (FMK).

Baca Juga :

FPI Geram Dengan Berbagai Macam Bentuk Tempat Kemaksiatan – Miras Yang Merajalela, Massa ASPIKA Kecewa Bupati Tidak Menemui Demonstran

Berkaitan penikmat tempat “wisatawan maksiat” dipertegas oleh Cepyan Lukmanul Hakim, sulit bagi Karawang untuk menutup tempat hiburan malam selama oknum pejabat masih banyak yang menyukainya, terkecuali ada niat baik yang serius dari bupati selaku pemegang kebijakan. Dari apa yang sudah dilakukan kalangan para penggiat anti kemaksiatan, seperti yang tadi dikemukakan saudara Irwan Taofik, sejak 4 Pebruari lalu pihak ASPIKA sudah meminta kejelasan tindaklanjut dari proses revisi perda ini, hingga sekarang pun belum ada respon positif dari eksekutif maupun legislative, terangnya.

Ungkapan lebih keras lagi dinyatakan Pipin Arifin, “ ketegasan polisi di Karawang yang telah berani menembak mati pelaku kejahatan jalanan seperti begal semestinya diperlakukan hal sama dengan para pengedar miras, dan narkoba, yang dinilainya telah merusak generasi anak-anak bangsa, tegasnya.

“Miras itu adalah biangnya kejahatan. Para petinggi di Karawang seharusnya lebih berani melakukan tindakan tegas. Gubernur Anis Sandi saja di Jakarta berani menutup sekelas Alexis, masa Bupati Karawang tidak punya nyali yang sama untuk tempat-tempat Hiburan Malam di Karawang?” Pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Ustad Tengku Zulkarnaen Cocok Pimpin MUI Gantikan K.H Ma’ruf Amin, Berwibawa, Membawa Kesejukan, Tidak Menjadi Corong Penguasa

JAKARTA- Setelah memutuskan maju sebagai bakal cawapres Joko Widodo di Pilpres 2019, KH Ma’ruf Amin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *