Tuntutan Dakwaan JPU di Persidangan Ust Anon Suganda dan Ibu Otih

KARAWANG– Sempat membuat heboh publik Karawang beberapa waktu lalu, kini kasus Ust Anon Suganda, Ketua DKM Masjid Jami Al-mukarromah, Dusun Turi Barat, Desa Tanjungsari Kecamatan Cilebar, Karawang, Ibu Otih dan Kepala Desa setempat memasuki babak akhir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Karawang

Sebagaimana diketahui, dakwaan ini terkait pemalsuan akta otentik dari sengketa lahan, Ust Anon Suganda yang merupakan Ketua Dewan Keluarga Masjid (DKM) Al Mukaromah, dan seorang ibu rumah tangga bernama Otih didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan perbuatan yang membantu kejahatan pada persidangan Rabu, (11/07/2018) sampai malam.

JPU bernama Wisnu mengatakan dalam dakwaaannya bahwa Ust Anon Suganda dan Ibu Otih sudah mengakibatkan korban bernama Nurlaila dirugikan secara materil sebesar 450 juta  karena lahan sawah yang menjadi objek sengketa tidak bisa digarap.

Ibu Otih dan Ust Anon Suganda menurut JPU sudah terbukti secara sah dan meyakinkan. “Berdasarkan fakta persidangan memperkuat kesalahan terdakwa, selain itu tidak ada hal yang dapat meniadakan perbuatan pidana tedakwa,” ujar Wisnu.

Karenanya JPU dalam dakwaannya menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara 6 bulan penjara.

“Ibu Otih dan Ust Anon terbukti bersalah melanggar pasal 266 junto pasal 55  junto pasal 56 KUHP. Kami meminta majelis hakim menghukum terdakwa Otih dan Ano penjara masing-masing 6 bulan penjara dikurangi masa tahanan,” ujarnya. (NS)

 

Baca Juga!

Tokoh Koalisi Keumatan Bertemu, Nampak Prabowo Dan Anies Baswedan Serta Amien Rais

KARMET NEWS – Haflah Idul Fitri 1439 H bertempat di Aula Masjid Al-Furqon – Gedung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *