Sidang Pra Peradilan Empat Anggota FPI Klaten

Sidang Pra Peradilan 4 Anggota FPI Klaten, Menurut Kuasa Hukum “Abuse Of Power”

KARMET NEWS – Persidangan Pra Peradilan Ustadz Sulis Anggota FPI Klaten dan ketiga temannya yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Kalaten di gelar di pengadilan Negeri Klaten, Jum’at (02/03) kemarin.

Pra peradilan itu tercatat dalam No. 3/Pid.Pra/2018/PN/Kln terkait Penahanan dan Penangkapan empat Anggota FPI Klaten.

Sebagaimana diketahui, empat anggota Front Pembela Islam (FPI) Klaten ditangkap polisi yang pada  awalnya mereka melaksanakan aksi sosial yaitu “Sedekah Jum’at” dengan membagikan 250 kotak nasi, kepada tukang becak, tukang ojek dan kaum dhuafa di sekitar Alun Alun Klaten pada hari Jum’at (22/12/2017) silam. Sudarno atau yang akrab disapa Ustadz Sulis yang merupakan salah seorang anggota FPI bersama ketiga rekannya usai menggelar aksi sosial Sedekah Jum’at berinisiatif melaksanakan aksi amar ma’ruf nahi munkar yaitu berupa monitoring (pemantauan) di Hotel Srikandi, Klaten, Jawa Tengah di hari yang sama.

Dalam aksi monitoring tersebut, Laskar FPI tidak melakukan tindakan anarkis, ancaman dan kekerasan apa pun, hingga semua berjalan dengan lancar, dan dari hasil monitoring didapati terduga enam pasangan mesum di dalam hotel.

Ustadz Sulis kemudian melaporkan kepada aparat Polsek Prambanan dan menyerahkan semua KTP pasangan terduga mesum agar aparat kepolisian segera melakukan tindakan hukum kepada mereka. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum, Ustadz Sulis yang diminta datang ke Polsek Prambanan untuk dimintai keterangan terkait hasil monitoring di Hotel Srikandi, bersedia mendatangi Polsek dan diperiksa sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB, Sabtu (23/12/2017) dini hari. Usai diperiksa mereka pun sempat diberi arahan Kapolsek Prambanan dan diperbolehkan pulang, sehingga dianggap masalah tersebut telah selesai.

Pada hari Sabtu malam harinya, Laskar FPI bersama gabungan berbagai Ormas Islam, seperti KOKAM, FJI, FKAM, FUI dan lain-lain melakukan amar ma’ruf nahi munkar, berupa monitoring Geng Motor Klitih yang sangat meresahkan masyarakat. Nahasnya, Ustadz Sulis yang saat itu ikut tengah melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar monitoring geng motor bersama Ormas-ormas Islam lainnya, justru ditangkap oleh pihak aparat, persis di depan Gedung Pemda Klaten dan langsung dibawa ke Polres Klaten.

Tak hanya Ustadz Sulis, tiga orang anggota FPI lainnya yakni, Angga Ary Tinarko, Gatot Teguh Santoso dan Suroto atau disapa Sukar juga ikut ditangkap. Ustadz Sulis dan ketiga laskar FPI lainnya ditangkap atas laporan dari Hotel Srikandi dengan dugaan melanggar pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan usai mengamankan sejumlah pasangan mesum di hotel tersebut.

Agenda pertama persidangan Pra Peradilan yang dimulai pukul 9:00 WIB adalah menghadirkan Bukti Surat dan Pemeriksaan Saksi Praperadilan.

Adapun Pemohon memberikan 7 Bukti Surat dan 3 saksi dan Termohon memberikan 26 bukti surat dan 4 saksi pada persidangan di Pengadilan Negeri Klaten tersebut.

Salah satu tim Tim Pengacara Pembela Aktivis Islam Ust Novel Bamukmin S.H mengatakan, bahwa hakim memberikan apresiai atas apa yang di lakukan oleh para pemohon sebagai masyarakat yang ingin mendapatkan rasa keadilan.

“Hakim dalam kesempatan tadi sangat apresiasi para pemohon sebagai masyarakat yang menuntut keadilan atas tindakan yang menurut masyarakat sewenang-wenag dan abuse of power,” ungkapnya.

Melihat hal yang demikian, makanya mereka (Pengadilan dan Hakim) menerima permohonan dan melanjutkan persidangan, terangnya.

Rencana sidang selanjutnya akan digelar pada hari ini, Senin Tanggal 5 Maret 2017 Pukul 10:00 WIB dengan agenda Kesimpulan.(Ns)

 

Baca Juga!

Ustad Tengku Zulkarnaen Cocok Pimpin MUI Gantikan K.H Ma’ruf Amin, Berwibawa, Membawa Kesejukan, Tidak Menjadi Corong Penguasa

JAKARTA- Setelah memutuskan maju sebagai bakal cawapres Joko Widodo di Pilpres 2019, KH Ma’ruf Amin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *