Setelah Terjadi Teror Mematikan di Mesir, Aliansi Negara Muslim Gelar Pertemuan Tanpa Indonesia

KARMET NEWS, Riyadh – Pangeran mahkota Arab Saudi membuka pertemuan tingkat tinggi pertama dari aliansi negara-negara Muslim melawan terorisme pada Ahad (26/11/2017) di ibu kota Riyadh. Mohammed bin Salman mengatakan bahwa para ekstremis tidak akan lagi “menodai agama kita yang indah.”

Aliansi itu tidak termasuk Iran, Iraq atau Suriah dan Indonesia, sementara negara anggota Qatar tidak meminta siapapun untuk menghadiri pertemuan tersebut di tengah krisis diplomatik antara Doha dan empat negara Arab.

Arab Saudi mengumumkan pembentukan aliansi pada bulan Desember 2015, ketika putra mahkota tersebut masih menjadi menteri pertahanan kerajaan. Aliansi yang pada awalnya diikuti 34 negara, sekarang menjadi 41 negara.

Di hadapan para menteri pertahanan dan pejabat tinggi lainnya, Putra Mahkota Mohammed mengatakan bahwa pertemuan hari Ahad akan menjadi “sinyal kuat bahwa kita akan bekerja sama dan berkoordinasi untuk saling mendukung satu sama lain.”

“Bahaya terbesar dari terorisme dan ekstremisme ini adalah menodai reputasi agama kita tercinta. Kita tidak akan membiarkan ini terjadi,” katanya. “Hari ini kita mulai mengejar terorisme dan kita melihat kekalahannya di banyak sisi di sekitar, dunia terutama di negara-negara Muslim. Kita akan terus berjuang sampai melihat kekalahannya.”

Pangeran mahkota juga menyampaikan belasungkawa kepada Mesir, yang mengalami serangan pada Jumat di sebuah masjid di Sinai utara yang menewaskan 305 orang. “Ini memang peristiwa yang menyakitkan dan ini merupakan peringatan berulang dan kuat akan bahaya terorisme ini,” katanya.

Iran tidak diikutkan dalma pertemuan tersebut, yang mendukung Presiden Suriah Bashar Assad memerangi rakyatnya dan mendukung milisi Syiah di dalamnya. Arab Saudi menyoroti kerajaan Syiah di Timur Tengah itu dan tetap prihatin dengan pengaruhnya di wilayah tersebut setelah kesepakatan nuklir Teheran tahun 2015 dengan kekuatan dunia.

Arab Saudi juga memimpin sebuah koalisi negara-negara yang berperang di Yaman melawan pemberontak Syiah di sana yang mendapat dukungan Iran. Arab Saudi juga membuat sebuah titik untuk menempatkan Qatar, absen dari pertemuan tersebut, di akhir daftar 41 negara yang termasuk dalam aliansi anti-terorisme.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan dengan Doha pada bulan Juni, sebagian karena tuduhan bahwa Doha mendukung ekstremis dan memiliki hubungan yang terlalu dekat dengan Iran. Arab Saudi juga menutup perbatasan darat, pelabuhan laut dan wilayah udaranya ke Qatar.

Sumber: ABC News
Redaktur: M Ahyadi

Baca Juga!

Habib Rizieq Instruksikan Tengelamkan Banteng, Ini Jawaban Dari PDI-P

KARMET NEWS – Adanya instruksi untuk menengelamkan suara partai banteng mendapat tanggapan dari Ketua Umum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *