dr Atta Subagja Dinata

Senyap tapi Pasti Yang Dilakukan PKS Karawang Untuk Memenangkan Paslon “ASYIK” di Pilgub Jabar 2018

KARAWANG, 27/02/2018 – Pelaksanaan Pilkada Jawa Barat 2018 tinggal empat bulan lagi. Empat pasang calon kini tengah giat merebut hati masyarakat Jabar lewat kampanye yang mereka lakukan. Keempat pasang calon (berdasarkan nomor urut) tersebut yakni pertama, Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul (Rindu) yang diusung Nasdem, PPP, Hanura, dan PKB. Kedua, Tb Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) yang diusung PDI-P. Ketiga, Sudrajat-Akhmad Syaikhu (Asyik) yang didukung PKS dan Gerindra. Terakhir, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2 DM) yang diusung Demokrat dan Golkar.

Mereka kini memasuki tahapan kampanye dengan berbagai modal dan metode, Salah satu yang menjadi konsern yaitu menaikan elektabilitas para paslon yang di usung. Mesin politik partai masing-masing paslon mulai di panaskan, salah satunya yaitu partai politik pengusung paslon “Asyik” (Ajat-Syaikhu) partai Keadilan Sejahtera (PKS) Karawang.

Meski tidak terlihat hingar bingarnya dengan berbagai spanduk yang terpampang di jalan-jalan, ternyata mereka terus bergerak untuk mensosialisasikan paslon yang mereka usung ke masyarakat luas, khususnya ke akar rumput partai dan umum. Hal tersebut terungkap saat tim karawangmetro.com berkesempatan berbincang dengan salah satu kader dan pengurus PKS Karawang dr Atta Subagja Dinata, Anggota DPRD PKS Dapil 4 Kab Karawang saat acara konsolidasi partai pengusung paslon “ASYIK” yang diadakan di rumah makan H Maman- Cirangon belum lama ini, dan berikut perbincanganya.

“Kita di PKS Karawang secara internal sudah melakukan konsolidasi dengan jaringan strukturural partai dan seluruh Anggota Dewan yang ada, bahkan sudah ada recruitment untuk caleg tahun 2019. Hal lain yang kita lakukan terkait Pilgub Jabar 2018 adalah memobilisasi mesin partai dari tingkat DPD, DPC dan DPRa untuk bersama-sama memenangan pasangan ASYIK (Ajat- Syaikhu) di pilgub nanti. Menggerakan semua sayap perjuangan partai seperti Gema Keadilan, Mushalimah dan simpatisan yang ada di Karawang.”Terangnya.

Cuma mungkin untuk saat ini yang kelihatan di masyrakat yaitu terkait sedikitnya baliho atau alat peraga kampanye untuk paslon yang kita usung, jadi seolah-olah tidak ramai kegiatan. Saat ini kita masih mengkaji peraturan kampanye yang baru dari KPU tentang mekanisme kampanye 2018, tentunya kita tidak mau tergesa-gesa dalam  hal bergerak karena selain tidak ingin melanggar peraturan yang telah diatur, tentunya kita tidak ingin menjadi sia-sia apa yang kita lakukan, karena semua ada cost yang mesti kita keluarkan. Jelasnya.

Masih menurut dr Atta, Memang jika dibandingkan dengan pasangan calon lain, kita memulai dengan start yang berbeda. Paslon yang lain lebih diuntungkan dengan aturan yang baru saja dibuat oleh KPU tersebut, mereka sudah memulainya dari start awal. Ungkapnya

Sebenarnya banyak kegiatan sosial yang telah kita lakukan sebagai upaya sosialisasi terkait paslon yang kita usung, meski tentu metodenya berbeda jika di bandingkan dengan paslon lain, seperti contohnya penanaman hutan mangrove di Tanjung Baru, Sunatan masal , Pengobatan gratis dan berbagai kegiatan sosial lain yang telah kita lakukan. Tentu kita berharap, apa yang telah kita lakukan tersebut pesannya sampai ke masyarakat Karawang, Pungkasnya.(Ns)

 

 

Baca Juga!

Tugas Gubernur Bukan Hanya Menjaga Keamanan! GPII Karawang dan Jabar Menolak Pati Aktif Rangkap Jabatan di Pemerintahan

KARMET NEWS – Konstelasi politik di Jawa Barat (Jabar) bisa dianggap barometer politik nasional. Bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *