Senin Kantor Kejari Karawang Akan Dikepung Ribuan Massa, Tuntut “DKM AL MUKARROMAH” Dibebaskan

KARAWANG, 05 November 2017 – Diduga ada kejanggalan terhadap penahanan 3 tersangka kasus sengketa tanah DKM Masjid Jami Al-Mukarromah, Dusun Turi Barat, Desa Tanjungsari Kecamatan Cilebar, Ketua LSM dan Ormas Islam di Karawang dikabarkan bersepakat untuk melakukan aksi dengan tag line “Aksi Bela DKM” yang akan di laksanakan hari Senin, 07 Nopember 2017.
Berdasarkan informasi yang dihimpun saat rapat perwakilan Ormas dan LSM di kantor Lodaya mereka menuntut tiga orang terlapor sudah ditahan di Lapas Karawang untuk dibebaskan. Yaitu terdiri dari Anon Suganda yang merupakan Ketua DKM Masjid Jami Al-mukarromah, Kepala Desa Tanjungsari Wawan, serta warga bernama Otih yang diketahui sebagai penjual tanah untuk wakaf mesjid Al-Mukarromah.

Diketahui dari pihak pelapor sendiri diketahui bernama Nurlela Margana Manullang, seorang warga asal Jakarta.

Menyikapi proses hukum yang dirasa penuh dengan kejanggalan pada kasus ini akhirnya masyrakat sepakat akan bergerak melakukan “perlawanan”. Berdasarkan pantauan, sekitar 15 orang perwakilan masyarakat mendatangi Sekretariat Lodaya Karawang untuk meminta bantuan pendampingan hukum.

“Kalau melihat kronologi kejadian proses ini penuh kejanggalan. Apalagi saat penetapan tersangka, tau-tau sekarang sudah ada di tahanan kejaksaan. Ini adalah sesuatu hal yang tidak wajar. Harusnya penyidik ketika melihat kasus yang nuansanya kental dengan masalah perdata seperti ini bisa di selesikan ditingakat pelaporan. Jadi disini ada apa? Saya meyakini disini ada sesuatu yang tidak tepat,” ungkap Nace Permana selaku ketua LSM Lodaya kepada karawangmetro.com

Hal senada diungkapkan oleh tokoh masyrakat dan agama Ust Tomy Miftah Farid.

“Ini masalah sensitif, harusnya lebih berhati-hati penyidik dalam memutuskan perkara ini. Kami sebagai umat islam merasa terusik rasa keadilan kami melihat seorang DKM Masjid yang diperlakukan seperti ini, apalagi terdegar kabar sampai rambutnya digunduli di tahanan. Kami ingatkan, Karawang punya sejarah kelam mengenai masalah SARA tahun 1998 jangan sampai hal tersebut terulang lagi, ” ungkap Ust Tomy Miftah Farid dengan geram!

Sementara itu untuk aksi yang akan digelar hari senin diperkirakan massa berjumlah ribuan. Terdiri dari gabungan masyarakat Cilebar 10 desa, gabungan Ormas Islam dan LSM yang akan mendatangi kejaksaan untuk menyuarakan tuntutan mereka agar DKM Masjid, Lurah dan satu warga yang ditahan untuk dibebaskan.(Zar/Ns)

Baca Juga!

Ribuan Umat Islam Tumpah ruah Bershalawat Bersama Habib Syech di Ponpes Annihayah Karawang

Karawang – Ribuan umat islam dari berbagai penjuru Karawang menghadiri kegiatan tablig akbar yang menampilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *