Persisten Kunci Keberhasilan Dalam Menaikan Jumlah Pembaca dan Kemampuan Kita

Karawang, 15 Mei 2018,

Dalam setiap usaha pasti ada rintangan yang harus kita lalui. Saya belajar hal ini pada saat saya masih di tingkat mahasiswa. Ketika saya ikut ospek, di setiap kegiatan ospek pasti selalu ada yang disebut orientasi, wujudnya macam-macam, bisa penanaman sikap kepemimpinan, game dan lain-lain.

Disana ada rintangan-rintangan yang harus dilalui oleh mahasiswa baru pada kegiatan ospek tersebut. Inti dari rintangan tersebut sebenarnya untuk memupuk jiwa disiplin dan kepemimpinan.

Di dalam pekerjaan atau dalam membangun usaha akan sama perjalanannya, kita akan menemui banyak rintangan. Seorang yang bekerja misalnya dari seorang wartawan junior, dia akan mengalami banyak rintangan, kenapa ada rintangannya. Karena dia harus mengerjakan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Semua pengalaman baru akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang baru, tetapi kalau dia tidak mau melakukan pekerjaan yang baru maka pekerjaan dan skill dia tidak akan meningkat.

Seorang wartawan yang sangat antusias untuk mengerjakan hal baru, maka dia akan menemui banyak tantangan. Tetapi kalau sudah dilakukan lama-lama dia akan mahir dan akan mendapatkan skill baru dalam hal menulis dan pengamatan.

Kalau menerima tantangan lagi, dan dia mengerjakannya dengan baik, selalu mau belajar, maka ilmu yang didapatkan akan banyak pada saat bekerja. Orang-orang yang seperti ini adalah mereka yang banyak dicari, sehingga nilai orang tersebut akan naik. Pada saat nilainya naik, banyak perusahaan media yang mencari pula, maka nilai tulisanya akan otomatis naik secara signifikan.

Tetapi di luaran saya sering mendengar orang yang mencari jalan pintas, dengan pindah-pindah media agar gajinya dapat naik. Apa yang terjadi? Karena kemampuannya tidak bertambah pada suatu saat dia akan terjadi stagnan. Tidak ada perusahaan yang mau menerimanya dengan gaji yang diminta dan skill yang ada, karena memang tidak ada skill yang dapat dijualnya.

Inti Pelajaran Yang Saya Dapatkan

Pelajaran apa yang bisa saya dapatkan dari tantangan yang kita hadapi. Di dalam menjalankan karawangmetro.com, tidak sedikit pembaca yang mengeluh, karena memang jumlah pembaca kita banyak. Walaupun memang kalau kita lihat presentasinya dari jumlah pembaca yang ada dan jumlah keluhan pembaca yang nilai presentasinya kecil. Tetapi karena jumlah pembaca kita banyak, jumlahnya akan banyak juga. Yang kita lihat dari keluhan pembaca biasanya kita filter terdahulu.

Berdasarkan keluhan yang kita dapatkan, kita dapat memperbaiki sistem dan jenis tulisan yang ada di karawangmetro.com Keluhan pembaca ini akan kita catat untuk perbaikan, dan dikelompokan mana keluhan yang paling banyak. Keluhan yang jenisnya sama akan kita review kemudian dicarikan solusinya. Hasil dari perbaikan-perbaikan ini menjadi fitur berita redaksi yang sangat baik.

Sebetulnya hasil keluhan itu merupakan kebutuhan pembaca yang sesungguhnya. Apakah setiap keluhan pembaca kita tanggapi? Tidak juga, kalau yang keluhan masalah tertentu hanya satu atau dua pembaca dan setelah kita review hal itu tidak berdampak lebih baik untuk pembaca yang lain, biasanya kita letakan di prioritas yang paling rendah.

Oleh : Narto Sapdo

 

Baca Juga!

Sekumpulan Wanita Bercadar Didepan Masjid Agung Karawang, Apa Yang Mereka Lakukan???

KARMET NEWS, 20/05/2017 – Bulan Suci Ramadhan merupakan kesempatan terindah untuk kita saling berbagi dengan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *