Mempersempit ruang gerak para pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah Purwakarta Polres purwakara gencar sosialisasi bahaya narkoba

Persempit Ruang Peredaran Narkoba, SatRes Narkoba Polres Purwakarta Sosialisasi Ke Santri

KARMET NEWS, 24-03-2018 – Narkoba masih menjadi perkara yang menakutkan bagi bangsa Indonesia. Peredaran barang haram ini masih sulit dikendalikan dan mudah tersebar, khususnya kepada generasi muda.

Berbagai upaya untuk mempersempit ruang gerak para pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah Purwakarta terus di laksanakan, salah satunya jajaran Polres Purwakarta melalui Satuan Reserse Narkoba Polres Purwakarta gencar melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Seperti kemarin yang dilakukan di Yayasan Islam Baeturohman, Desa/Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Kamis (22/3/2018) kemarin petang.

“Bismillah, ini merupakan cara berikhtiar kami mempersempit ruang gerak peredaran Narkoba di Purwakarta dengan terus mensosialisasi ke berbagai kalangan,” ujar AKP Heri Nurcahyo, Jumat (23/3/2018).

Dihadap ratusan Santri dan santriwati serta masyarakat sekitar, Heri mensosialisasikan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Generasi muda harus berani. Mulailah dengan berani maju ke depan dan aktif dalam pelajaran sekolah. Yang harus diingat adalah jauhi narkoba apa pun bentuknya,” kata Kasat Narkoba Polres Purwakarta.

Heri mengatakan narkoba adalah barang jahat dan menghancurkan masa depan serta menghancurkan segalanya. Untuk itu generasi muda jangan sekali-kali kenal apalagi mencoba barang ini.

“Jika ada di lingkungan sekolah yang berani menawarkan obat-obatan ataupun sejenisnya, segera beritahu guru atau kepala sekolah agar segera ditindak,” ungkapnya.

Narkoba tidak pandang Usia, lanjut dia, saat ini sudah merambah ke berbagi kalangan, bahkan sampai tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Pencegahaan Narkoba melalui 3 sudut pandang yakni Agama, hukum, kesehatan. Kenali jenis dan bentuk Narkoba, Kenali gejalanya,  tanamkan akidah pada diri serta , Sholat 5 waktu, Tarbiah, dan jihad melawan narkoba,” jelas Heri dihadapan santriwan dan santriwati.

Selain menyosialisasikan persoalan narkoba, Heri juga memaparkan mengenai tidak terprovokasi Issu hoax yang marak beredar dan mengajak untuk menampilkan fakta.

“Kita harus ekstra selektif terhadap sumber berita. Sudah saatnya mengkonsumsi berita dari sumber terpercaya sehingga tidak terbawa arus informasi hoaks buka fakta,” ucapanya.

Oleh karenanya lanjut Heri, dirinya mengajak seluruh masyarakat khususnya para pelajar dan santri untuk tidak membagikan berita-berita yang tidak jelas sumbernya dan membagikan berita yang jelas sumbernya dan bermanfaat.

“Bijaklah dalam menggunakan media sosial, jika tidak jelas sumbernya lebih baik hapus saja, jangan dibagikan,” pungkasnya.(Ns)

Baca Juga!

Seruan Panglima LPI : Menangkan Pasangan PAS (Prabowo-Sandiaga), Jadikan Rumah-rumah Laskar Seluruh Indonesia Sebagai Posko Pemenangan

Jakarta – Ijtima Ulama ke-2 telah sukses digelar pada Minggu, 19 September 2018, dan menghasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *