Permasalahan Yang Membawa Kebaikan

Karawang,May 30, 2017- Saya senang sekali mempelajari kehidupan, dan terutama kehidupan orang-orang yang saya anggap sukses. Di dalam perpustakaan pribadi saya ada beberapa perjalanan kehidupan mengenai orang-orang yang saya anggap berhasil seperti, Muhammad SAW, Bill Gate, Steve Job dan yang paling khusus pastinya orangtua saya.

Kalau saya amati kebanyakan dari mereka bukanlah dari anak orang kaya, ada yang dari keluarga miskin dan harus berjuang untuk mencapai seperti apa yang dia dapatkan hingga sekarang. Seperti biografi Muhammad SAW, dia adalah yatim piyatu, dan ikut pamanya, bahkan tidak tidak memiliki apa-apa. Kebetulan Muhammad  punya paman yang mau mengasuhnya. Yang dari tokoh kekinian pun sama seperti Steve Job, bukanlah dari keluarga yang bahagia, dia berasal dari keluarga miskin, sehingga Steve Job diberikan ke ayah angkatnya yang dapat menyekolahkannya.

Kalau memang orang yang berhasil kebanyakan dari keluarga yang tidak berkecukupan, apakah dapat berlaku sebaliknya artinya orang yang tidak berkecukupan akan menjadi makmur? ternyata banyak juga orang yang tidak berkecukupan hidupnya tetap tidak berkecukupan sampai akhir hayatnya. Apa yang membuat perbedaan?.

Mereka yang berhasil biasanya mempunyai daya juang yang tinggi dan cara berpikirnya juga berbeda. Saya terkesan pada cerita Steve Job, pada saat itu dia bersama temanya pergi untuk berjualan barang dagangan dengan menggunakan sepeda, mereka berdua pergi ke suatu desa untuk menjual dagangannya, kemudian di tengah jalan ada kendaraan yang dapat mengangkut mereka, kemudian dua sahabat tadi berpisah temanya mau membayar kendaraan untuk mencapai desa yang dituju, sedangkan Steve Jobs tidak mau mengeluarkan uang untuk naik kendaraan. Apa yang terjadi? pada saat Steve Jobs tiba di desa yang dituju, dagangan yang dibawa sudah hampir habis terjual, sedangkan temanya baru dapat mulai menjual dagangannya.

Dalam keadaan tidak berkecukupan dimana uang harus dihemat, yang satu tahu bagaimana menggunakan uang untuk alat mendapatkan yang lebih. Dengan mengeluarkan uang untuk menggunakan kendaraan artinya akan mempercepat sampai di desa, dan akan mempunyai waktu lebih banyak untuk berjualan dibandingkan dengan menghemat uang tetapi waktunya terbuang untuk mencapai ke tempat berdagang.

Orang yang mempunyai daya juang yang tinggi biasanya akan mencari cara untuk keluar dari masalah yang dihadapi, orang-orang seperti ini selalu akan mencari jalan keluar untuk menyelesaikan masalahnya. Walaupun tidak selalu berhasil tetapi karena daya juangnya yang tinggi dia tidak akan pernah lelah untuk selalu mencoba. Akibat dari berkali-kali mencoba akan mendapatkan keterampilan dalam menghadapi masalah, dan makin banyak masalah yang dihadapi makin banyak keterampilan yang didapatkan. Dan keterampilan yang didapatkan sedikit demi sedikit menjadi kemampuan untuk menghadapi masalah yang besar.

Berbeda dengan orang yang belum pernah atau sedikit sekali menghadapi masalah, apalagi pada saat menghadapi masalah sering menyalahkan orang lain, maka dirinya tidak akan terasah untuk menghadapi masalah yang lebih besar lagi.

Pelajaran yang saya dapatkan
Waktu saya kecil sering sekali menonton wayang diajak oleh ayah saya, dan saya terkesan dengan cerita gatot kaca, dimana gatot kaca masuk ke dalam kawah candra di muka yang sangat panas, dan setelah dia masuk ke dalam kawah tersebut, gatot kaca menjadi kuat mempunyai otot seperti kawat dan tulang seperti besi.

Setelah berpuluh tahun saya baru mengerti maknanya bahwa seseorang akan menjadi kuat pada saat dia mengalami banyak cobaan, kawah candra di muka itu melambangkan permasalahan yang kita hadapi. Seseorang yang tidak berani menghadapi cobaan, dia bukanlah orang yang kuat dan sulit tentunya untuk berhasil.

Saya dapat menyimpulkan dalam kehidupan ini bahwa, keberhasilan dalam hidup harus diperjuangkan, orang yang mempunyai jiwa berjuang akan berhasil, tetapi orang yang mempunyai jiwa yang cengeng sulit untuk menggapai keberhasilan. Seorang pemimpin yang mempunyai banyak pengikut adalah pemimpin yang mempunyai jiwa besar, berani menghadapi segala cobaan yang dihadapinya. Pemimpin yang tidak berani menghadapi segala tantangan akan mempunyai pengikut yang tidak berani bertindak.

Untuk membangun usaha atau Organisasi yang besar harus memilih pemimpin-pemimpin yang mempunyai jiwa pejuang, tetapi sebelum mempunyai pemimpin yang mempunyai jiwa pejuang, kitanya sendiri harus mempunyai jiwa pejuang terlebih dahulu.

Kang NS

 

 

Baca Juga!

Wisata Baru di Karawang, Jembatan Enceng Gondok, Wisata Alami Menghadirkan Sensasi Foto Dengan Background Alam Yang Menawan

KARMET NEWS – Karawang sebenarnya memiliki potensi yang banyak dari kreatifitas masyarakatnya. Terbaru, berkat sentuhan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *