Perlu Pimpin Yang Berwawasan Luas, Jaga Persatuan dan Kesatuan Untuk Kemakmuran Bangsa

Karawang, 10 July 2018,

Saya bertanya kebanyak orang, mengapa Indonesia bisa dijajah Belanda selama 350 tahun, padahal negara Belanda adalah Negara yang sangat kecil sekali jika dibandingkan dengan Indonesia. Menurut saya Belanda mempunyai strategi yang sangat luar biasa.

Selama menjajah Indonesia negara Belanda banyak membawa kekayaan Indonesia yang berupa hasil bumi ke negara mereka untuk dijual ke negara lain dengan keuntungan yang sangat jauh lebih besar. Belanda memecah belah rakyat seperti orang Indonesia yang bekerja di bawah pemerintahan Belanda akan mendapatkan suatu keistimewaan. Kemudian mengistimewakan orang Cina dengan diberikan wilayah tersendiri, itu sebabnya kenapa banyak kota-kota di Indonesia mempunyai pecinan, atau kampung Cina.

Dengan menerapkan strategi memecah belah rakyat Indonesia pada saat itu, maka orang Indonesia tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melawan Belanda. Walaupun dari segi jumlah warganya jauh lebih besar dari orang Belanda yang ada di Indonesia.

Belanda dapat dikalahkan Indonesia karena rakyat Indonesia pada saat itu bersatu padu. Persatuan ini digagas oleh para pemuda Indonesia yang mempunyai cita-cita untuk meraih kemerdekaan.

Para pemuda yang tergabung dalam Jong Java, Jong Sumatra, ada Kaum Pemuda Betawi bersatu untuk memperjuangkan kemerdekaan, ada persatuan pemuda islam, dan lain-lain. Akhirnya pada tahun 1945 di bulan Agustus, Negara kesatuan Indonesia diproklamirkan oleh Presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno dan Hatta.

Ketika para pemuda bersatu untuk satu tujuan yang sama, yaitu melepaskan diri dari penjajahan, mereka tidak lagi melihat latar belakang suku, ras dan agama. Mereka bersatu saling bahu-membahu untuk memperjuangkan sesuatu yang nilainya jauh lebih berharga.

Bagaimana dengan Indonesia saat ini? negara yang saat ini sudah merdeka tetapi sampai sekarang rakyatnya masih sangat miskin. Biasanya kalau negara yang masih mengkotak-kotakan warganya, mereka tidak akan maju.

Di Negara ini sering kita lihat bahwa dalam membangun negara para pemimpin secara sengaja atau tidak sengaja membuat atau menciptakan konflik dan kegaduhan. Yang terjadi mereka tidak dapat fokus pada cita-cita atau tujuan bangsa, karena mereka setiap harinya disibukkan dengan konflik dan intrik yang membuat satu sama lain tidak dapat bekerja sama. Saya melihat di negara bila pemimpinnya lemah atau mementingkan dirinya sendiri, maka akan terjadi country politicking yang sangat kental.

Kalau suatu Negara mempunyai pengecualian, atau mengistimewakan suatu golongan maka Negara itu sendiri tidak efektif dan tidak akan berkembang. Kerja sama antar anak bangsa harus diperkuat, sehingga mereka tidak ada waktu lagi untuk membicarakan aib hal-hal yang yang tidak baik. Membangun kultur negara yang nyaman untuk kemajuan, akan menumbuhkan kreativitas dari anak bangsa.

Kesimpulan Yang Didapatkan
Dalam membangun negara harus mempunyai leader atau pemimpin yang berwawasan luas, dan mempunyai tujuan untuk memajukan negara bukan untuk memajukan dirinya dan golonganya yang diutamakan. Kalau seorang leader di dalam negara memikirkan kemajuan negaranya dengan mengembangkan potensi anak bangsa yang ada di dalam Negara tersebut tersebut, maka kemajuan negara akan cepat tercapai. Tentunya dengan cepatnya kemajuan negara maka kemakmuran akan didapatkan juga untuk rakyatnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Tokoh Koalisi Keumatan Bertemu, Nampak Prabowo Dan Anies Baswedan Serta Amien Rais

KARMET NEWS – Haflah Idul Fitri 1439 H bertempat di Aula Masjid Al-Furqon – Gedung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *