Penyelengaran “LPI”Sukses, Tapi Peserta Ngedumbel

KARAWANG, 18-10-2017 – Perhelatan Liga Pelajar Indonesia di Kabupaten Karawang, baru saja rampung. Namun dari pelaksanaan itu menyisakan beberapa masalah. Keterangan dari sejumlah peserta yang mengikuti terdiri dari tim perwakilan SMP dan SMA se-Kabupaten Karawang, unrespect. Pasalnya, keikutsertaan mereka dikenai biaya pendaftaran sebesar Rp 300 ribu/tim. Padahal, sebagaimana yang kita ketahui, untuk pelaksanaan ajang pencarian bakat sepakbola di usia dini itu, sudah ada anggarannya di APBD yang nilainya hampir seratus juta rupiah.

“Sebenarnya, tanpa memungut biaya pendaftaran dari para peserta, kegiatan itu bisa dilakukan. Bisa dihitung kok, pengeluaran yang dilakukan oleh panitia, termasuk di dalamnya terkait untuk sewa lapangan, operasional dan tropy juga hadiah uang pembinaan, kesemuanya kami kira tak sampai di angka Rp 70 juta,” ujar salah seorang guru bidang kesiswaan di salah satu SMA di Karawang, yang namaya enggan disebutkan.

Dikatakan olehnya, untuk mengikuti turnamen tahunan ini, pihaknya harus mengeluarkan biaya Rp 300 ribu, untuk pendaftaran. “Tidak seharusnya kalau ini merupakan ajang pencarian bakat dan prestasi di bidang sepakbola, dikenai biaya. Pihak pemerintah daerah harusnya membebaskan biaya pendaftaran. Toh juga dananya sudah dianggarkan di APBD,” lanjutnya.

Bayangkan saja, berapa panitia dapat, dari pendaftaran Rp 300 ribu/tim, dikali dengan total peserta sebanyak 117 tim, yang terdiri dari 30 tim setingkat SMP dan 87 tim setingkat SMA, woow, lumayan angkanya cukup besar. Dan seharusnya hanya dari uang pendaftaran peserta itu, semua pembiayaan dalam pelaksanaan LPI bisa dilakukan.

Sebelumnya, Kabid Pemuda dan Olahraga di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karawang, Imas Masittoh, tampak kikuk saat ditanya soal anggaran pelaksanaan LPI 2017.

“Kok nanya anggaran sih? Anggaran penyelenggaraan LPI, sesuai dengan yang ada di APBD, sebesar Rp 80 juta,” ujarnya, dengan wajah kaget, saat ditemui, Senin (16/10/2017), di kantornya.

Dikatakan dia, anggaran tersebut dipecah untuk operasional kegiatan, termasuk di dalamnya hadiah berupa uang pembinaan untuk para juara.

“Penyelenggaraan dilakukan di tiga tempat. Yakni lapangan sepakbola di Klari, di Gintung dan di Stadion Singaperbangsa. Para juara kita berikan hadiah uang pembinaan, yakni, Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Masing-masing kategori, yakni SMP dan SMA, diambil masing-maasing 3 tim yang dapat uang pembinaan itu,” jelasnya.

Ternyata di balik suksesnya penyelenggaraan LPI yang digelar pada 20 September sampai 6 Oktober 2017 itu, sejumlah peserta ngedumel. Pasalnya, mereka dipungut biaya pendaftaran, yang nilainya cukup besar. Dan saat ditanya langsung terkait biaya pendaftaran, Imas Masittoh, terlihat kebingungan. (Ns/Bay)

 

Baca Juga!

Ustad Tengku Zulkarnaen Cocok Pimpin MUI Gantikan K.H Ma’ruf Amin, Berwibawa, Membawa Kesejukan, Tidak Menjadi Corong Penguasa

JAKARTA- Setelah memutuskan maju sebagai bakal cawapres Joko Widodo di Pilpres 2019, KH Ma’ruf Amin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *