Pasangan Asyik (Ajat-Syaikhu) Foto:Joen WK

Pasangan “Asyik” Prihatin Nasib Petani Karawang, Kota Dengan Julukan Lumbung Padi Nasional

KARMET NEWS, 14/03/2018 – Kunjungan Pasangan Asyik (Ajat-Syaikhu) di Karawang pada kesempatan kali ini menyempatkan diri untuk menyapa dan berdiskusi dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sritani Desa Kalijati, Kecamatan Jatisari, Kab. Karawang (Selasa, 13/2). Setelah sebelumnya menyapa para pedagang di pasar Cikampek.

Pasangan Sudrajat yaitu Syaikhu selaku calon wakil gubernur pasangan nomor urut 3 menyampaikan bahwa peran petani adalah sangat penting dalam kehidupan.

“Kita semua sangat memerlukan petani, karena setiap hari kita butuh makan. Apalagi pola makan penduduk Indonesia ini yang tadinya mengkonsumsi berbagai keragaman pangan, kini sudah banyak beralih ke padi atau beras,” terang Syaikhu.

Kalau negeri ini menginginkan ketahanan pangannya yang kuat, maka produktivitas pertanian khususnya padi harus lebih ditingkatkan, kalau tidak maka dampaknya akan kembali terjadi impor pangan yang akan membanjiri negeri ini,” lanjutnya.

Saat ini ditengah arus industri dan pembangunan, banyak sekali terjadi alih fungsi lahan dari pertanian  menjadi kawasan industry ataupun perumahan.

“Disisi lain banyak lahan pertanian masyarakat disekitar kita semakin tergerus oleh alih fungsi lahan ke industri, perumahan, dan lain sebagainya. Sehingga mengakibatkan para petani dan buruh tani tidak bisa survive menghadapi hal-hal seperti itu. Menurut data pertanian, di Karawang lahan pertanian yang tadinya 187.000 hektar kini tinggal 87.000 hektar. Sungguh ironis dengan julukan Karawang sebagai lumbung padi nasional.”  sambung Syaikhu.

Jika petani dan buruh tani tidak sejahtera, maka mereka akan berfikir praktis untuk menjual lahan-lahan nya. Kalau pola pikirnya seperti itu semua, maka tidak ada yang bertani, dampaknya secara makro maka negeri kita akan kekurangan pangan dan akan impor pangan akan terus membanjiri negeri kita tercinta ini,” tutur Syaikhu.

“Tentu kita tidak menginginkan hal tersebut terjadi, oleh karena itu kami pasangan ASYIK, Pak Sudrajat dan saya sepakat bagaimana untuk terus merevitalisasi lahan pertanian supaya ada lahan pertanian abadi, boleh berganti kepemilikan namun tidak boleh beralih fungsinya, serta memberikan stimulus berupa alat-alat pertanian, seperti traktor atau alat-alat pertanian yang dibutuhkan oleh para petani,” Pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Setelah Kasusnya Viral Hitler Nababan Sulit Ditemui, Laskar FPI Karawang Terus Melakukan Pencarian

KARMET NEWS – Hitler Nababan salah seorang anggota DPRD Karawang dari Fraksi Demokrat yang dikabarkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *