Parah,…! Kecanduan Game dan Gadget 2 Orang Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Karmet News, 16/01/2018 – Poli Jiwa RSUD dr Koesnadi Bondowoso, Jawa Timur, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir merawat dua siswa yang kecanduan pada penggunaan gadget dan laptop hingga menimbulkan guncangan jiwa.

“Kedua pasien itu terdiri atas satu siswa SMP dan satunya siswa SMA,” kata dokter spesialis jiwa RSUD Koesnadi dr Dewi Prisca Sembiring, Sp.Kj kepada wartawan di Bondowoso.

Penjelasannya bahwa tingkat kecanduan kedua anak itu sudah tergolong parah. Bahkan salah satunya membentur-benturkan kepalanya ke tembok ketika sangat ingin menggunakan gadget, namun tidak diizinkan oleh orang tuanya.

Dari data yang dia kumpulkan, anak-anak yang kecanduan gadget dan permainan (game) itu awalnya tidak disadari oleh orang tuanya. Orang tua baru menyadari setelah si anak jarang masuk ke sekolah dan prestasi akademiknya terus jeblok.

“Bahkan si anak sudah pada taraf tidak mau sekolah. Akhirnya dibawa ke poli jiwa. Kami menemukan bahwa awalnya anak menjadi sangat dekat dengan gadget dan laptop karena tugas-tugas sekolah. Waktu itu hampir semua tugas-tugas sekolah menggunakan teknologi ini, sehingga si anak kemana-mana membawa laptop,” kata dr Dewi.

Menurut dia, hasil psikotest terhadap salah seorang anak menunjukkan bahwa pasien itu telah mengidentifikasi dirinya sebagai pembunuh. Sementara orang yang paling dibencinya adalah orang tuanya yang dianggap sebagai penghalang dirinya untuk berhubungan dengan laptop dan gawai.

“Syukurlah dari penanganan yang kami lakukan hasilnya sudah mulai membaik. Banyak metode yang kami lakukan untuk menangani pasien ini, termasuk terapi realita. Saya ajak si anak untuk melihat pasien dengan gangguan jiwa akut atau psikotik. Saya bilang pada anak itu, kalau kamu tidak mau melepaskan diri dari game, lama-lama menjadi seperti mereka yang menderita psikotis itu. Dia kemudian terdiam dan saya suruh peluk ibunya. Akhirnya pikiran dia tentang gadget atau laptop berubah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan kasus dua anak itu hendaknya menjadi peringatan bagi semua orang tua dan semua pemangku kepentingan di sekolah agar anak-anak betul-betul mendapatkan perhatian yang lebih.(Ahy)

Baca Juga!

Munarman : Memisahkan Politik Dengan Masjid, Itu Sekulerisasi dan Meneruskan Ajaran Snouckhurgronye

KARMET NEWS, 23/04/2018 – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman S.H secara tegas menyebut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *