Panitia Aksi Damai 67 Dan Persaudaran Alumni 212 : Kami Menuntut Penegakan Supremasi Hukum Dan Keadilan

KARMET NEWS – Ramai berselebaran di media sosisal terkai berita atau ajakan untuk mengikuti aksi tegakan keadilan yang akan dilaksanakan pada tanggal 06 juli 2018.Untuk mengetahui kebenaran berita tersebut kami mencoba menghubunggi coordinator acara Ust Fikri Bareno, dan berikut adalah tanggapanya kepada karawangmetro.com, Selasa (03/07).

“Benar akan ada aksi untuk meminta ditegakanya supremasi hukum terhadap kasus-kasus yang menyangkut perhatian publik dan umat islam yang tidak ada kabar beritanya,” terangnya.

Adapun yang menjadi fokus kami adalah terhadap kasus-kasus seperti kasus Korupsi E-KTP, kasus pengangkatan Plt Gubenur Jawa Barat, kami meminta untuk dibatalkanya SP-3 kepada Sukmawati, dan kasus penistaan agama lain yang selama ini sepi berita mengenai kelanjutan kasusnya, terangnya.

Tanggapan yang sama juga datang dari anggota sekaligus Humas persaudaran 212, Ust Novel Ba’mukmin mengenai Aksi Damai 67.

“Persaudaraan Alumni 212 bersama ormas islam yang lain kembali akan menggelar Aksi Damai Bela Islam pada tanggal 6 Juli 2018 ba’da Jum’at , sesuai rencana dari istiqlal kami akan longmarch ke Kemandagri dan Mabes Polri. Tujuan aksi adalah untuk menyampaikan protes terhadap kedua instansi tersebut yang mana umat islam meminta keadilan karena sampai saat ini kasus pidana yang dilakukan oleh Bu Sukmawati , Viktor Laiskodat dan Ade Armando tidak diproses padahal Ulama dan para aktivis islam tidak ada yang lolos semua justru dikriminalisasi dan menjadi tersangka serta dipenjarakan, contohnya seperti HRS , Ust Alfian Tanjung, Jonru Ginting, Buni yani, Ibu Asma Dewi, Ahmad Dani, Ratna sarumpaet serta aktivis lainnya tanpa dikeluarkan SP-3 sampai hari ini, bahkan justru Bu Sukmawati yang sudah dilaporkan hampir 30 pelapor malah mendapatkan SP3, ada juga kasus Viktor Laiskodat yang sudah dilaporkan oleh 14 orang termasuk 4 partai yang ikut melaporkan dan sampai sekarang tidak jadi tersangka, bahkan kalau kita lihat apa yang dilakukanya sebenarnya lebih parah dari apa yang dilakukan oleh saudara Ahok yang telah dipenjara, karena selain menghina agama islam juga mengancam untuk membunuh umat islam akan tetapi tidak jadi tersangka, menyikapi kasus tersebut sempat kami mengadakan aksi didepan partai nasdem dan di depan Mabes Polri tetapi sampai saat ini tidak juga menjadi tersangka, bahkan statusnya naik menjadi calon gubernur Nusa Tengara Timur dan kelihatanya tepilih.

Begitu juga kasus saudara Ade Armando yang sempat kasusnya di SP-3 pada waktu itu saya dan bersama tim advokat muslim mengajukan praperadilan dan saya menjadi saksi fakta karena saya termasuk yang dihina oleh Ade Armando lewat memenya, hingga ahkirnya menjadi tersangka kembali akan tetapi prosesnya sampai sekarang tidak ada kejelasanya.

Dan lebih parahnya adalah sepertiyang terjadi kepada saudara Ganjar Pranowo yang mangkir 3 kali di panggil KPK dalam kasus korupsi E KTP tetapi sampai saat ini belum ada kelanjutanya. Untuk itu kami meminta kepada Presiden untuk memecat kemendagri karena pengangkatan Gubernur plt Jabar yang cacat hukum, pungkasnya.(ZAR)

 

Baca Juga!

Seruan Panglima LPI : Menangkan Pasangan PAS (Prabowo-Sandiaga), Jadikan Rumah-rumah Laskar Seluruh Indonesia Sebagai Posko Pemenangan

Jakarta – Ijtima Ulama ke-2 telah sukses digelar pada Minggu, 19 September 2018, dan menghasilkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *