Ust Novel Bamukmin : Bertaubatlah…!!! Ini Bulan Puasa, Apa Tidak Bosan Memfitnah Habib Rizieq?

KARMET NEWS – Pernyataan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj yang menyatakan harusnya kemenag memberikan peringatan agar warga tidak mengundang penceramah yang tidak baik, dengan mencotohkan Habib Rizieq menuai tanggapan dari berbagai kalangan.

Salah satu tanggapan terkait pernyataan SAS tersebut datang dari Persaudaran Alumni 212 lewat Ustad Novel Bamukmin, yang ikut menyoroti apa yang telah dilakukan kemenag adalah diduga sebagai upaya mengotak-kotakan ulama dan adu domba terhadap tokoh-tokoh agama terbukti lewat pernyatan KH Said Aqil Siroj, dan berikut merupakan tanggapanya kepada karawangmetro.com, Senin, (21/05/2018).

 

“Perkara rilis 200 mubaligh yang dikeluarkan oleh kemenag terbukti apa yang saya katakan kemarin, hal ini patut diduga sebagai upaya untuk mengadu domba antar ulama degan mengkotak kotakannya, sehingga kita bisa saksikan sekarang lewat pernyataan SAS dengan komen atau satatment terbarunya terkait masalah tersebut yang langsung mencaci maki HRS, padahal sejatinya HRS sangat dicintai oleh umat islam karna atas sikap pembelaannya terhadap agama. Jelas HRS (Habib Rizieq Syihab ) adalah ulama yang berfatwa bukan karena menurutkan hawa nafsunya dan untuk kepentingan jabatan dan golongannya akan tetapi dengan ilmu dan petunjuk Alloh,” terangnya

Baca Juga : Menyikapi THM dan Miras Yang Bebas di Bulan Suci Ramadhan, Umat Islam Karawang Akan Bergerak

Kalau kita lihat, hal itu seolah-olah berbanding terbalik keadanya dengan SAS, jangankan umat islam pada umumnya mau mendegarkan usulan atau statmentnya, ormas yang dipimpinnya saja di beberapa daerah mufaraqah terhadapnya.

Artinya dengan komennya terkait keinginannya yang mengusulkan atau rekomendasi kepada kemenag ( kemenag harusnya memberikan peringatan agar warga tidak mengundang penceramah yang tidak baik, dengan mencotohkan Habib Rizieq), para pengurus dan anggotanya dibeberapa daerah benar-benar sudah merasa gerah atas apa yang diperbuat oleh pimpinanya tersebut, dan ini sudah cukup buat kami ummat Islam menilai bagaimana sepak terjangnya pimpinan ormas yang satu ini, tegas Ust Novel.

“Saya berharap dibulan puasa ini adalah momentum dan kesempatan untuk bertaubat bagi mereka yang tidak pernah bosan-bosannya menzolimi HRS, degan terus mencaci maki bahkan sudah ada yang sudah masuk ke ranah hukum yang diduga terkait ucapannya yang melakukan fitnah, dan kalau saya melihatnya ini merupakan perkara yang betul-betul bisa memprovokasi akar grassroad para pengikutnya. Dan melihat hal yang demikian, kami berharap kemenag agar segera mencabut rilis 200 penceramah yang direkomendasikannya. Selain itu segera melakukan klarifikasi dan meminta maaf kepada ummat islam yang pada bulan puasa kali ini melakukan kegaduhan didalamnya, baik yang dilakukan oleh kemenag maupun SAS yang ikut terpancing emosinya dengan ikut mengomentari terhadap rilis 200 mubaligh tersebut,” pungkasnya.(Ns)

 

Baca Juga!

Tugas Gubernur Bukan Hanya Menjaga Keamanan! GPII Karawang dan Jabar Menolak Pati Aktif Rangkap Jabatan di Pemerintahan

KARMET NEWS – Konstelasi politik di Jawa Barat (Jabar) bisa dianggap barometer politik nasional. Bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *