Ust Novel Ba’mukmin : TGB Kembalilah ke Jalan Alloh, Jangan Sampai Jual Agama Demi Kepentigan Politik

KARMET NEWS – Berita Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) yang memantapkan pilihan untuk mendukung Presiden Jokowi memerintah 2 periode masih menuai pro dan kontra. Keputusan politiknya itu membuat dirinya disayangkan banyak pihak.

Sampai hari ini masih menjadi topik yang hangat di masyrakat dengan fenomena ulama yang berkiprah dalam dunia politik namun tidak bisa mengontrol keulamaanya dan seharusnya keulamaanya tersebut harus dilucuti.

Salah satu yang ikut menanggapi persoalan tersebut adalah Ust Novel Ba’mukmin, Jubir PA 212, sekaligus tokoh nasional dan juga seorang pengacara. Dan berikut adalah tanggapanya yang disampaikan kepada karawangmetro.com, Selasa (10/07/2018).

“Justru seharusnya ulama harus hadir pada saat saat negara seperti sekarang ini, hal itu dilakukan untuk menyadarkan penguasa agar jangan sampai dzolim. Umat islam saat ini sedang mengalami kebingungan degan penguasa. Mereka selalu mengatakan katanya bela negara dengan selalu membawa-bawa pancasila, yang sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa namun justru hakikatnya unsur Ketuhanan tersebut saat ini banyak dinistakan. Mereka membujuk, merekrut, memperdaya serta menyandera ulama untuk berbagai kepentigan politiknya. Banyak ulama yang tidak istiqomah yang ahkirnya menjadi ulama suu’ yang direkrut oleh penguasa untuk memberikan dukungan kepada kemungkaran,” terangnya.

Saat ini mungkin saja TGB juga sudah masuk dalam perangkap itu yaitu dengan melucuti keulamaanya, dengan beralasan mendukung pembangunan infrastruktur yang harus dilanjutkan, Padahal kalau dicermati semua presiden juga melakukan pembangunan infrastruktur, bahkan penguasa seperti Fir’aun pun dulu juga membangun infrasstruktur yang sangat megah pada jamanya. Kemungkinan kalau TGB hidup dizaman Firaun maka jelas TGB akan mengikut kepada Fir’aun bukan kepada Nabi Musa As.

Seharusnya TGB wajib bersama umat untuk menyampaikan pesan yang benar sesuai ajaran islam, karena biar bagaimanapun beliau adalah aset umat islam yang perlu dijaga. Maka dari itu TGB harus sadar, berat tanggung jawab yang harus dipikul dihadapan Allah SWT kelak karena ulama adalah pewaris dari para Nabi sehingga harus lurus mengikut dakwah dan meneruskan risalah Rasulullah. Apalagi kalau dilihat dizaman fitnah dan rezim seperti saat ini yang justru banyak kita temui penguasa banyak yang mendukung penista Agama, mengkriminalisasi ulama, banyak yang mendukung LGBT, komunis, membubarkan ormas islam serta mendukung kemungkaran dan kesesatan yang lainnya atas nama Agama.

Apalagi kalau dilihat partai yang dinaungi TGB pada dahulu terkenal membela dan memelihara aliran sesat yaitu Ahmadiyah, Ulama dan aktivis islam yang berjuang melawan aliran sesat pada saat itu malah dipenjara seperti HRS, H Munarman, Panglima LPI Ust Matsuni Kaloko bersama 7 laskarnya harus mendekam 1 ,5 tahun dan 1 tahun penjara.

Bahkan PD waktu itu jelas menantang Fatwa MUI yang telah mengeluarkan fatwa tahun 2005 degan ketetapan No 5 yaitu Ahmadiyah adalah aliran sesat dan menyesatkan dan bukan bagian dari Islam. Namun kita akui PD sempat bertaubat dengan bergabung mendukung gubernur muslim yaitu di pilgub Jakarta dan NTB, begitu juga saya pernah mendengar bahwa TGB pernah mendukung untuk aksi bela islam untuk melawan penista agama, namun tak lama PD kumat lagi, justru kembali ke habitat semula yaitu mendukung penista Agama dan membubarkan ormas islam. Hal itu diperjelas oleh TGB yang mendukung Jokowi untuk 2 periode, ” Ina lillahi wa ina ilaihi rojiun”. Disini ternyata TGB malah melucuti keulamaanya dengan condong ke politik yang tidak sehat demi partai dan kelompoknya, dan mungkin dirinya juga tersandera dengan dirinya pernah diperiksanya oleh KPK sehingga hal tersebut membuatnya goyah dan berbalik arah.

Untuk itu, Saya Insya Allah dari lubuk hati yang terdalam hanya bisa mengingatkan kepada sesama sudara seislam pada TGB agar segera sadar dan taubat atas salah langkah yang diambilnya, kembalilah kepada kemulian sebagai Ulama sebagai penyambung lidah Rasulullah SAW untuk membela agama islam, membela ulama, dan menjalankan politik yang bersih, mengajak umat kejalan syariat islam serta mengayomi dan melindungi aqidah umat.

Dan kita umat islam wajib menyampaikan bahwa yang haq adala haq dan yang bathil adalah bathil, namun selebihnya kami serahkan kepada Allah SWT dan semoga Allah memberikan petunjuk kepada ulama-ulama yang ada di Indonesia agar istiqomah membela agama Allah, semoga Alloh menjaga dan melindungi serta memenangkan islam, Aamiin Ya Robal Alamin, pungkasnya.(Ns)

Baca Juga!

Ustad Tengku Zulkarnaen Cocok Pimpin MUI Gantikan K.H Ma’ruf Amin, Berwibawa, Membawa Kesejukan, Tidak Menjadi Corong Penguasa

JAKARTA- Setelah memutuskan maju sebagai bakal cawapres Joko Widodo di Pilpres 2019, KH Ma’ruf Amin …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *