Ahmad Dhani

Novel Bamukmin : Kasus Ahmad Dhani Adalah Bentuk Kriminalisasi Terhadap Aktifis Islam

KARMET NEWS – Musisi Ahmad Dhani menghadiri sidang kedua kasus ujaran kebencian yang menjeratnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (23/4/2018). Dhani didakwa melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2, Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Untuk diketahui, kasus ini bermula ketika Jack Lapian melaporkan Ahmad Dhani ke polisi atas tuduhan ujaran kebencian. Dhani dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Pada sidang perdana kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani yang digelar tanggal 16 April 2018 yang lalu Polisi menyerahkan lima alat bukti kepada kejaksaan, yakni screenshoot akun Twitter atas nama Ahmad Dhani Prasetyo, satu unit HP, satu buah email beserta password, satu buah akun Twitter dengan nama ADP dan sebuah sim card.

Untuk mengetahui sidang kedua kasus tersebut, berikut adalah tanggapan dari salah satu penasehat hukumnya yaitu Novel Bamukmin S.H.

Novel Bamukmin SH

“Kami selaku penasehat hukum dari Ahmad Dhani berharap agar eksepsi kami diterima karena tudahan yang ditujukan ke Ahmad Dhani sangat tidak mendasar dan penuh rekayasa, kami melihatnya banyak kepentingan politik dan sangat tidak adil,” tegas Novel Bamukmin kepada karawangmetro.com, Senin (23/04/2018)

Baca Juga :

Meruncing…!!! Ketua Umum PKB VS Ketua Umum PPP Berebut Kursi Wapres Jokowi, NU Bisa Terkotak-kotak

Aroma kriminalisasi juga sangat kental kepada musisi yang belakangan sangat gethol membela Islam dan dekat dengan Habib Rizieq tersebut. Pembelaan terhadap Islam Ia buktikan dengan selalu hadir di aksi besar umat Islam, seperti aksi 212 dan aksi-aksi yang lain.

“Karena kami melihat ini adalah langkah kriminalisasi terhadapa aktivis islam yang memang sebelum – sebelumnya juga telah diproses hukum dan divonis, seperti kasus ibu Asma Dewi , Jonru ginting, Buni Yani, Alfian Tanjung dan lain-lain. Padahal jelas apa yang mereka lakukan itu atas dasar untuk bela negara, agama dan pancasila, Pungkasnya.(Ns)

Baca Juga!

Habib Rizieq Instruksikan Tengelamkan Banteng, Ini Jawaban Dari PDI-P

KARMET NEWS – Adanya instruksi untuk menengelamkan suara partai banteng mendapat tanggapan dari Ketua Umum …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *